Artikel ini sebenarnya saya sadur dari Buku Melawat Ke Alam Neraka, hasil terjemahan dari kitab “Ti Yi You Ci”. Dan saya persingkat, karena kitab ini sangat tebal. Saya hanya mengambil inti-intinya saja. Kitab ini dibuat atas titah Yang Maha Mulia Giok Hong Tai Tee (Kaisar Jade, Penguasa Tertinggi Centra Langit). Mungkin di antara para pembaca ada yang tidak percaya adanya hal ini. Tetapi saya hanya berharap Anda semua memikirkannya, agar kita tidak terperosok ke Alam Neraka, jika ternyata hal ini benar-benar ada. Saya hanya ingin membagi apa yang telah saya baca. Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada Team Penterjemah Ci Hua Thang, Yayasan Dharma Abadi Semarang. Kepada Para Buddha dan Bodhisatava, serta Para Dewa dan Roh Suci. Kitab ini berisi perjalanan Mediator Utama yang memegang Pena Sakral bernama Yang Sheng dengan dibimbing oleh Budha Hidup Ci Kung ke Alam Neraka.
Tujuan dari pembuatan kitab ini adalah untuk mengingatkan manusia akan keadaan neraka, agar manusia bisa mempunyai gambaran tentang tragisnya keadaan arwah berdosa di alam neraka, dan akhirnya menjadi sadar.
Semoga artikel ini berguna untuk kita semua. Saya mohon maaf jika ada kesalahan dalam menyadur.
Babak ke 24
Melawat ke Neraka Air Mendidih Siram Tangan
"Si maling dan perampok sungguh mengundang malu,
Sekalipun harta kekayaan yang tak halal membuatnya kaya,
pada akhirnya juga harus ditinggalkan tanpa daya,
Membesarkan anak malah berkelakuan tak karuan, sungguh merugikan
nama baik leluhur,
Gugurnya dedaunan di halaman muka serambi pintu hanya
menambah risau hati saja."
Di dunia ini beraneka bidang usaha boleh ditekuni semua. Pepatah mengatakan : "Masing-masing bidang usaha menampilkan/memunculkan orang yang mumpuni (menguasai keahlian/ kecakapan/ketrampilan tinggi)". Asalkan dalam memupuk harta menurut aturan, tak melanggar Hukum Negara, maka sebenarnya di dunia ini takkan ada orang yang sampai mati kelaparan. Menengok kehidupan masyarakat masa kini malahan muncul orang-orang yang usahanya diluar kepatutan. Pekerjaannnya hanya mencuri, merampok, dan menipu, bahkan ada yang demi merampas harta, dengan diam-diam melaksanakan rencana pembunuhan yang bengis, menghilangkan nyawa orang. Membesarkan anak tanpa dididik, salah siapa? Sungguh kasihan sekali para orang tua di dunia ini, siapa yang tak mencurahkan perhatian terhadap anaknya? Betapa besar susah payahnya, namun anaknya malah menjadi liar dan tak bisa diatur, melakukan tindak kriminal, membahayakan keamanan masyarakat, dosanya sungguh tak terampuni. Semasa hidup mendapat predikat petualang pemberani, menguasai suatu daerah, tetapi sesampainya di dalam Penjara Neraka, hanya bisa menyerah, dicambuk dan dibentak oleh Petugas Neraka, kasihan sekali.
Banyak orang bertanya, tentang keadaan melawat ke Alam Baka. Jika saat ini Ci Hoet mengajak Yang Sheng berkeliling, lalu pada waktu yang bersamaan ada orang juga yang mengundang kehadiran Ci Hoet (Roh Suci) singgah di tempatnya, apakah Ci Hoet bisa membagi roh?
Air telaga nan jernih memantulkan keberadaan rembulan, cahaya tampak jernih dan terang dalam air, tetapi saat umat akan menimbanya malah kecele (tak berhasil mendapatkan), seperti apa yang dikatakan dalam sebuah ungkapan : "Bunga dalam cermin, rembulan dalam air, tersembul tiada nyata." Para Dewa menyebutnya : "Luar biasa ilmu kesaktiannya." Dalam istilah Buddha dikatakan : "Tak terhingga Ilmu KeBuddhaannya." Keberadaan Buddha dan Dewa tak lain merupakan gumpalan Roh dengan pancaran sinar kencana, namun bisa menjelma tanpa batas. Keberadaan Buddha dan Dewa di atas langit bak sebuah rembulan, asalkan terdapat air sungai, atau air laut, semua akan menampakkan keberadaan rembulan, beribu sungai menampakkan beribu rembulan, padahal rembulan hanya ada satu, bagaimana bisa berubah banyak? Ini dikarenakan pencerahan dan keluhuran jiwanya layak disepadankan dengan sang Langit. Jika manusia bisa beramal dan memupuk kebajikan, tekun membina Tao (Jalan KeTuhanan) yang Agung, seperti halnya Vihara "Sheng Shian" yang dalam aksara Mandarin tertulis dalam 3 aksara, hanya mewakili sebuah Vihara Persinggahan para Roh Suci yang bertujuan menyadarkan umat manusia, tetapi di dalam batin jutaan umat di dunia ini semuanya tersembul 3 aksara "Sheng Shian", ini sama halnya satu Vihara terkesan di hati jutaan umat, seperti satu rembulan terpantul pada ribuan air sungai. Satu perumpamaan lagi, seperti teknik penyiaran TV pada masa kini, pada tampilan on the spot (arena acara) semestinya hanya ada seorang MC, tetapi jika TV di setiap rumah tangga menempatkan pada gelombang TV yang sama, maka akan tampil jutaan sosok MC, inilah keajaibannya, terletak pada keselarasan suatu niat. Bila umat di dunia ada yang memohon Ci Hoet untuk singgah, asalkan hatinya bisa selaras dengan Ci Hoet, maka akan timbul kontak silang, maka Ci Hoet akan segera turun ke dalam benaknya. Di harap umat di dunia bisa menyadari hal ini, meski keberadaan Ci Hoet hanya satu, Ci Hoet yang berada di atas langit sana, bagi siapa saja yang berjodoh, dari yang satu bisa berubah jadi jutaan, semua orang bisa menyaksikan. Di dalam sebuat Sutra termaktub : "Sang Buddha berada di Gunung Suci, namun janganlah pergi jauh untuk mencarinya, karena Gunung Suci sebenarnya sudah berada di pangkal hatimu. Setiap orang mempunyai Pagoda di Gunung Suci itu, baik-baiklah membina diri di bawah Pagoda itu."
Terdengar suara jeritan yang tragis, di depan tampak Penjara Neraka, di atas pintunya tertera "Sub seksi Neraka : Air Mendidih Siram Tangan".
Sub seksi Neraka ini berada di bawah kekuasaan Astana Neraka ke Empat.
Di dalam Neraka ini penuh dengan uap air, suara tangisan terdengar di sana-sini, kedua tangan para roh dosa di paku di atas ragangan kayu. Para petugas Neraka masing-masing membawa satu ember air mendidih di tangannya, dengan menggunakan gayung disiramkan ke kedua tangan roh dosa, masing-masing menjerit kesakitan karena terlecur. Petugas yang lain membawa cambuk, begitu mendengar suara tangis lalu mencambuknya, keadaannya memelas sekali. Dosa apakah yang mereka lakukan, diantaranya ada yang masih muda usianya sudah menerima hukuman stragis ini.
Roh-roh dosa ini, berdosa atas tindak pencurian, perampokan, dan atau penipuan semasa hidupnya. Maka sesudah meninggal terperosok ke Neraka ini untuk menerima hukuman.
Dilepaskan tiga roh dosa untuk menceritakan sendiri, bagaimana mereka berbuat jahat.
Roh dosa 1 : Aduuuuuh! Kedua tanganku sudah hampir membusuk, tolonglah saya, berikan saya obat luar untuk menahan rasa sakit.
YangSheng : Kedua tangannya tampak mengeluarkan air nanah, bak daging babi yang sudah hancur, mohon Guru (Ci Hoet) memberikan obat kepadanya.
CiHoet : Kau jangan banyak bicara, itu salahmu sendiri, mengapa kedua tangannya jahil? Biarpun ada obat juga tetap sulit menyembuhkan tangan yang jahat ini.
Pejabat : Bedebah kau! Tidak boleh sembarangan minta tolong, cepat beri pengakuan tindak kejahatanmu semasa hidup!
Roh dosa 1 : Baiklah! Semasa , karena keluarga saya cukup kaya, saya hidup manja, bergaul dengan teman yang bertype Crossboy (pemuda berandal). Sesudah makan kenyang tak ingin kerja, waktunya habis untuk main-main di cafe, sering menggoda wanita tuna susila, atau hura-hura bersama cewek-cewek dari keluarga kaya atau berkedudukan. Nasehat orang tua tidak didengar, sampai akhirnya ayah saya mengumumkan pemutusan hubungan keluarga di surat kabar. Saya jadi dendam dan sakit hati. Sejak itu, tidak pulang ke rumah lagi, sekalian nekad berkeliaran dan berpetualangan, masuk bergabung dalam dunia hitam. Terbujuk oleh teman geng, saya berhasil belajar teknik mencuri, sering menggelar "Tangan Malaikat" saya di dalam bus umum, di terminal atau di tempat umum.
Pejabat : Kurang ajar! Jangan sekali-kali melecehkan dengan menggunakan kata "Malaikat", yang benar adalah menjulurkan "tangan ganjil".
Roh dosa 1 : Demikian jadinya saya mencuri uang, tetapi kemudian berpikir lagi, cara seperti ini tak banyak untung, lalu saya lebih nekad lagi mencuri harta dengan masuk ke apartemen dan perumahan. Semasa hidup saya berhasil mengumpulkan harta hingga mendekati sejuta Yen. Pada suatu kali saat sedang beroperasi mencuri harta, saya ketahuan orang, lalu dikejar oleh para tetangga dan diserahkan pada yang berwajib untuk diproses. Setelah diputus oleh pengadilan, saya dijebloskan ke dalam penjara. Setelah selesai masa hukuman, saya tidak bertobat, diam-diam tetap mencuri. Sampai pada usia 41 tahun, karena kebanyakan minum minuman keras dan main seks, akhirnya saya mati kena sakit kanker. Selama saya sakit, selain mengeluarkan biaya pengobatan sendiri, teman-teman dari dunia hitam yang melihat saya sudah tak berdaya, lalu meninggalkan saya begitu saja, jarang sekali mempedulikan, maka saya jadi murung dan akhirnya meninggal. Setelah itu saya digelandang oleh Perwira berKepala Sapi dan Tampang Kuda sampai ke Neraka. Sepanjang jalan saya dicambuki, akhirnya dihukum di Penjara Neraka ini. Saya baru sadar kalau umur saya dikurangi 9 tahun, ini sungguh merupakan pembalasan atas tindak kejahatan saya, saya tak bisa berkilah lagi.
Pejabat : Penyesalanmu sudah terlambat, seandainya dulu setelah keluar dari penjara kau mau menyesal dan bertobat jadi orang baik-baik, memupuk amal menebus dosa, tentu umurmu tak sampai dikurangi, dan terperosok ke Neraka mendapat siksa. Tidak saja melakukan dosa atas tindakan mencuri, lebih-lebih melakukan dosa besar atas durhakamu terhadap orang tua, maka Yam Ong menghukummu di Neraka ini sampai 32 tahun, kini kau bisa merasakan hukumannya. Sekarang ganti roh dosa yang kedua, cepat ceritakan dosa kejahatanmu semasa hidup kepada Yang Sheng yang datang dari Vihara Sheng Shian di kota Tai Chung.
Roh dosa 2 : Semasa hidup saya membuka usaha toko besa dan onderdil mesin. Beberapa tahun pertama, dari hasil ketekunan dan jerih payah, saya meraih untung cukup lumayan. Lama kelamaan saya berhasil belajar berjudi dan berfoya-foya, keluyuran di luar berburu nafsu birahi, dan mempunyai wanita simpanan seorang artis. Istri saya sama sekali tak tahu, karena itu lama kelamaan ekonomi saya menjadi seret, kemudian demi untuk menutup kekurangan anggaran, saya mendatangkan banyak barang dagangan dari dua pabrik, dan saya bayar dengan giro bilyet dalam jumlah nilai besar, lalu saya lempar semua barang-barang dagangan itu ke daerah lain dengan membanting harga. Saldo uang di bank hanya saya sisakan sedikit saja, kemudian saya melarikan diri. Setelah jatuh tempo tanggal kliring giro bilyet, beberapa pemilik barang dagangan tak berhasil mencairkan uangnya, mereka baru tahu kalau kena cheque kosong, semua pergi mencari saya untuk mengadakan perhitungan, dan juga melapor ke kepolisian. Polisi menyatakan buron dan mencari saya ke mana-mana, akhirnya saya ditangkap di rumah famili, dan diserahkan ke pihak berwajib. Karena uang saya simpan di tempat teman perempuan, setelah keluar dari penjara, saya tetap bisa hidup senang, tetapi para kreditor (orang yang memberi pinjaman) menyimpan dendam, memaki saya "si brengsek, penipu, tak punya hati nurani". Enam tahun yang lalu saya tertimpa sakit jantung hingga meninggal, roh saya ditangkap oleh Perwira berKepala Sapi dan Tampang Kuda, dibawa ke Astana Neraka kedua. Raja Chu Ciang memaki saya menilap uang dagangan, makan dari hasil uang kotor, menghukum saya masuk "Neraka Tanah Kotoran Air Seni dan Tinja" untuk menerima hukuman. Setelah selesai, lalu dipindahkan ke Astana keempat. Raja Wu Kwan mengatakan saya menipu dengan menggunakan cheque kosong, kedua tangan saya sebagai biang keladinya, tak sedikit orang yang dirugikan, lalu menghukum saya masuk "Neraka Air Didih Siram Tangan" selama 10 tahun. Selain itu masih ada hukuman lain mengenai menyimpan istri muda, serta hidup tak mawas diri. Yam Ong juga memberitahu saya, setelah menerima semu hukuman, saya akan diserahkan ke bagian Putaran Tumimbal Lahir dengan keputusan : Tumimbal lahir pertama akan dilahirkan menjadi manusia, tubuhnya cacat, tetapi punya bakat kepintaran dan keahlian, dipekerjakan oleh pihak kreditor, mencarikan untung baginya, sedangkan diri sendiri hanya menerima upah sedikit, sekedar untuk bertahan hidup saja, untuk membayar hutang pada kelahiran lalu. Tumimbal lahir berikutnya akan dilahirkan menjadi anak orang kaya tetapi buruk hatinya, dilahirkan dalam kondisi badan yang lemah dan sering sakit, menghabiskan banyak uang untuk berobat. Meski lahir di keluarga yang kaya, namun setiap hari menggantungkan hidup dengan makan obat, dokter yang merawat saya adalah jelmaan pengusaha yang pada kelahiran lalu pernah saya tipu dan kini menagih hutang sebagai "Dokter kontrakan". Di satu pihak merupakan pembalasan bagi orang kaya namun hatinya buruk, di pihak lain merupakan pembalasan bagi yang menilap uang orang, membayarnya dengan obat yang dibeli untuk dikonsumsi. Satu persatu pembalasan karma diimpaskan, ini adalah sebuah nasehat untuk umat di dunia agar dalam berbisnis/berdagang mengerti menjaga moral bisnis. Uang dari hasil melawan hati nurani tak akan bisa dinikmati oleh generasi kedua. Seperti halnya saya, ingin menyesalpun sudah terlambat.
Pejabat : Durjana! Berdagang tidak bermoral, pada akhirnya apa yang kau miliki tak urung kembali ke tanah. Juga menipu harta orang, kelahiran mendatang tetap harus membayarnya, masih ditambah dengan bunganya. Selain itu, nama buruk akan membebani keturunan, bagaimana kelak anak-cucunya bisa tampil melebihi orang lain dalam karirnya? Apa yang disampaikan oleh roh dosa ini tidaklah salah, pembalasan hukum karma sedikitpun tidak meleset. Menurut pemeriksaan wewenang kuasa Neraka, para kreditornya ada beramal kebajikan semasa hidupnya. Pada kelahiran berikutnya, masing-masing ditumimbal-lahirkan untuk menagih hutang barang dagangannya. Keterlibatan Hukum Sebab Akibat yang melibatkan umat di dunia sangatlah ajaib, bagai jala laba-laba yang tertarik ke sini dan ke sana. Siapa saja yang tersangkut di dalamnya, tak kan bisa lari dari pembalasan. Seharusnya umat di dunia bisa menjadikannya sebagai sebuah cermin, tak boleh punya niat hati yang buruk. Setiap perbuatan yang menguntungkan dirinya dan merugikan orang lain, akan menciptakan rintangan karma. Tak pelak lagi, umat di dunia banyak yang tersangkut rintangan jala laba-laba yang melilitnya, yang pada akhirnya berkeluh kesah atas perjalanan hidup manusia yang bagai mengarungi samudra samsara!
24 August 2009
23 August 2009
Ayam atau Bebek
Sepasang pengantin baru tengah berjalan bergandengan tangan di sebuah hutan pada suatu malam musim panas yang indah, seusai makan malam. Mereka sedang menikmati kebersamaan yang menakjubkan tatkala mereka mendengar suara di kejauhan, "Kuek! Kuek!"
"Dengar," kata si istri, "Itu pasti suara ayam."
"Bukan, bukan. Itu suara bebek," kata si suami.
"Nggak, aku yakin itu ayam," si istri bersikeras.
"Mustahil. Suara ayam itu 'kukuruyuuuuul!', bebek itu 'kuek! kuek!' Itu bebek, Sayang," kata si suami dengan disertai gejala-gejala awal kejengkelan.
"Kuek! Kuek!" terdengar lagi.
"Nah, tuh! Itu suara bebek," kata si suami.
"Bukan, Sayang.... Itu ayam! Aku yakin betul!" tandas si istri, sembari menghentakkan kaki.
"Dengar ya! Itu a...da...lah.... be.... bek, B-E-B-E-K. Bebek! Tahu?!" si suami berkata dengan gusar.
"Tetapi itu ayam!" masih saja si istri bersikeras.
"Itu jelas-jelas bue....bek! Kamu ini....kamu ini....!"
Terdengar lagi suara, "Kuek!" Kuek!" sebelum si suami mengatakan sesuatu yang sebaiknya tak dikatakannya.
Si istri sudah hampir menangis, "Tetapi itu ayam...."
Si suami melihat air mata yang mengambang di pelupuk mata istrinya, dan akhirnya, teringat kenapa dia menikahinya. Wajahnya melembut dan katanya dengan mesra, "Maafkan aku, Sayang. Kurasa kamu benar. Itu memang suara ayam kok."
"Terima kasih, Sayang," kata si istri sambil menggenggam tangan suaminya.
"Kuek! Kuek!" terdengar lagi suara di hutan, mengiringi mereka berjalan bersama dalam cinta.
Maksud dari cerita bahwa si suami akhirnya sadar adalah : siapa sih yang peduli itu ayam atau bebek? Yang lebih penting adalah keharmonisan mereka yang membuat mereka dapat menikmati kebersamaan pada malam yang indah itu. Berapa banyak pernikahan yang hancur hanya gara-gara persoalan sepele? Berapa banyak perceraian terjadi karena hal-hal "ayam atau bebek"?
Ketika kita memahami cerita tersebut, kita akan ingat apa yang menjadi prioritas kita. Pernikahan jauh lebih penting ketimbang mencari siapa yang benar tentang apakah itu ayam atau bebek. Lagipula, betapa sering kita merasa yakin, amat sangat mantap, mutlak, bahwa kita benar, namun belakangan ternyata kita salah? Lho, siapa tahu? Mungkin saja itu adalah ayam yang direkayasa genetik sehingga bersuara seperti bebek?
Cerita dari guru Ajahn Chah dari Thailand timur laut. Diceritakan ulang oleh Ajahn Brahm.
(Demi menjunjung kesetaraan antar jenis dan menjaga kedamaian hidup sebagai biksu, setiap kali saya menceritakan kisah ini, saya selalu mengubah siapa yang bilang ayam dan siapa yang bilang bebek.)
"Dengar," kata si istri, "Itu pasti suara ayam."
"Bukan, bukan. Itu suara bebek," kata si suami.
"Nggak, aku yakin itu ayam," si istri bersikeras.
"Mustahil. Suara ayam itu 'kukuruyuuuuul!', bebek itu 'kuek! kuek!' Itu bebek, Sayang," kata si suami dengan disertai gejala-gejala awal kejengkelan.
"Kuek! Kuek!" terdengar lagi.
"Nah, tuh! Itu suara bebek," kata si suami.
"Bukan, Sayang.... Itu ayam! Aku yakin betul!" tandas si istri, sembari menghentakkan kaki.
"Dengar ya! Itu a...da...lah.... be.... bek, B-E-B-E-K. Bebek! Tahu?!" si suami berkata dengan gusar.
"Tetapi itu ayam!" masih saja si istri bersikeras.
"Itu jelas-jelas bue....bek! Kamu ini....kamu ini....!"
Terdengar lagi suara, "Kuek!" Kuek!" sebelum si suami mengatakan sesuatu yang sebaiknya tak dikatakannya.
Si istri sudah hampir menangis, "Tetapi itu ayam...."
Si suami melihat air mata yang mengambang di pelupuk mata istrinya, dan akhirnya, teringat kenapa dia menikahinya. Wajahnya melembut dan katanya dengan mesra, "Maafkan aku, Sayang. Kurasa kamu benar. Itu memang suara ayam kok."
"Terima kasih, Sayang," kata si istri sambil menggenggam tangan suaminya.
"Kuek! Kuek!" terdengar lagi suara di hutan, mengiringi mereka berjalan bersama dalam cinta.
Maksud dari cerita bahwa si suami akhirnya sadar adalah : siapa sih yang peduli itu ayam atau bebek? Yang lebih penting adalah keharmonisan mereka yang membuat mereka dapat menikmati kebersamaan pada malam yang indah itu. Berapa banyak pernikahan yang hancur hanya gara-gara persoalan sepele? Berapa banyak perceraian terjadi karena hal-hal "ayam atau bebek"?
Ketika kita memahami cerita tersebut, kita akan ingat apa yang menjadi prioritas kita. Pernikahan jauh lebih penting ketimbang mencari siapa yang benar tentang apakah itu ayam atau bebek. Lagipula, betapa sering kita merasa yakin, amat sangat mantap, mutlak, bahwa kita benar, namun belakangan ternyata kita salah? Lho, siapa tahu? Mungkin saja itu adalah ayam yang direkayasa genetik sehingga bersuara seperti bebek?
Cerita dari guru Ajahn Chah dari Thailand timur laut. Diceritakan ulang oleh Ajahn Brahm.
(Demi menjunjung kesetaraan antar jenis dan menjaga kedamaian hidup sebagai biksu, setiap kali saya menceritakan kisah ini, saya selalu mengubah siapa yang bilang ayam dan siapa yang bilang bebek.)
Cinta Sejati
Masalah dalam percintaan dimulai saat buyarnya fantasi, kekecewaan bisa sangat menyakiti kita. Pada cinta asmara, kita tidak benar-benar mencintai pasangan kita, kita hanya mencintai cara mereka yang membuat kita tersentuh. Yang kita cintai adalah "sengatan" yang kita rasakan dalam kehadiran mereka. Itulah sebabnya, ketika mereka tak ada kita merindukannya dan meminta dikirimi sebotol tahinya. Lalu kapan pun kita merasa kangen dengannya, kita bisa mengambil dan membuka botol itu! Ya, itu kan sesuatu yang pribadi. Dan saat kita mengungkapkan cinta kepada pasangan kita, bukankah kita sering mengatakan bahwa kita mencintai segala sesuatu dari dirinya?
Seperti "sengatan" lainnya, tak berapa lama ini pun akan berlalu.
Cinta sejati adalah cinta yang tak mementingkan diri sendiri. Kita hanya peduli kepada orang lain. Kita berkata kepada mereka. "Pintu hatiku akan selalu terbuka untukmu, apa pun yang kamu lakukan," dan kita bersungguh-sungguh dengan perkataan itu. Kita hanya ingin mereka bahagia. Cinta sejati itu langka.
Banyak dari kita suka berpikir bahwa hubungan istimewa kita adalah cinta sejati, bukan cinta asmara. Berikut ini adalah sebuah tes untuk menilai cinta Anda termasuk yang mana.
Pikirkanlah pasangan Anda. Bayangkan wajahnya di benak Anda. Kenanglah hari Anda bertemu dengannya dan saat-saat indah bersamanya. Sekarang bayangkan Anda menerima sepucuk surat dari pasangan Anda. Surat itu memberi tahu Anda bahwa si dia telah jatuh hati kepada sahabat Anda, dan mereka telah pergi untuk hidup bersama. Bagaimana perasaan Anda?
Jika cinta Anda adalah cinta sejati, Anda akan begitu tergetar bahwa pasangan Anda telah menemukan orang yang lebih baik dari diri Anda, dan dia bahkan sekarang lebih bahagia. Anda akan merasa gembira karena pasangan dan sahabat Anda dapat berbagi hidup bersama-sama. Anda akan sangat gembira karena mereka saling mencintai. Bukankah kebahagiaan pasangan Anda adalah hal yang terpenting dalam cinta sejati Anda?
Cinta sejati itu langka.
Seperti "sengatan" lainnya, tak berapa lama ini pun akan berlalu.
Cinta sejati adalah cinta yang tak mementingkan diri sendiri. Kita hanya peduli kepada orang lain. Kita berkata kepada mereka. "Pintu hatiku akan selalu terbuka untukmu, apa pun yang kamu lakukan," dan kita bersungguh-sungguh dengan perkataan itu. Kita hanya ingin mereka bahagia. Cinta sejati itu langka.
Banyak dari kita suka berpikir bahwa hubungan istimewa kita adalah cinta sejati, bukan cinta asmara. Berikut ini adalah sebuah tes untuk menilai cinta Anda termasuk yang mana.
Pikirkanlah pasangan Anda. Bayangkan wajahnya di benak Anda. Kenanglah hari Anda bertemu dengannya dan saat-saat indah bersamanya. Sekarang bayangkan Anda menerima sepucuk surat dari pasangan Anda. Surat itu memberi tahu Anda bahwa si dia telah jatuh hati kepada sahabat Anda, dan mereka telah pergi untuk hidup bersama. Bagaimana perasaan Anda?
Jika cinta Anda adalah cinta sejati, Anda akan begitu tergetar bahwa pasangan Anda telah menemukan orang yang lebih baik dari diri Anda, dan dia bahkan sekarang lebih bahagia. Anda akan merasa gembira karena pasangan dan sahabat Anda dapat berbagi hidup bersama-sama. Anda akan sangat gembira karena mereka saling mencintai. Bukankah kebahagiaan pasangan Anda adalah hal yang terpenting dalam cinta sejati Anda?
Cinta sejati itu langka.
Melawat ke Sub Seksi Neraka Pencekokan Obat
Artikel ini sebenarnya saya sadur dari Buku Melawat Ke Alam Neraka, hasil terjemahan dari kitab “Ti Yi You Ci”. Dan saya persingkat, karena kitab ini sangat tebal. Saya hanya mengambil inti-intinya saja. Kitab ini dibuat atas titah Yang Maha Mulia Giok Hong Tai Tee (Kaisar Jade, Penguasa Tertinggi Centra Langit). Mungkin di antara para pembaca ada yang tidak percaya adanya hal ini. Tetapi saya hanya berharap Anda semua memikirkannya, agar kita tidak terperosok ke Alam Neraka, jika ternyata hal ini benar-benar ada. Saya hanya ingin membagi apa yang telah saya baca. Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada Team Penterjemah Ci Hua Thang, Yayasan Dharma Abadi Semarang. Kepada Para Buddha dan Bodhisatava, serta Para Dewa dan Roh Suci. Kitab ini berisi perjalanan Mediator Utama yang memegang Pena Sakral bernama Yang Sheng dengan dibimbing oleh Budha Hidup Ci Kung ke Alam Neraka. Tujuan dari pembuatan kitab ini adalah untuk mengingatkan manusia akan keadaan neraka, agar manusia bisa mempunyai gambaran tentang tragisnya keadaan arwah berdosa di alam neraka, dan akhirnya menjadi sadar. Semoga artikel ini berguna untuk kita semua. Saya mohon maaf jika ada kesalahan dalam menyadur. Babak ke 23 Melawat ke Sub Seksi Neraka Pencekokan Obat "Obat palsu dan dokter yang tak becus sungguh merugikan orang. Demi keserakahannya terhadap uang berkelakuan amoral sehingga dosa karma menyertainya, Demi menolong umat, Huo Duo (: tokoh Tabib tersohor tempo dulu) mengamalkan kepandaiannya; Hati yang layaknya Bodhisatva membuat pengobatannya menjadi mujarab." Di dunia ini banyak orang yang sudah kehilangan hati nuraninya, suka pada uang, namun tak mempedulikan segi moralnya. Seperti dokter yang tidak mempunyai keahlian hanya menyusahkan orang, bahkan ada juga yang tega memproduksi obat palsu untuk dijual, menganggap nyawa orang layaknya rumput yang tak ada artinya. Dosanya melambung setinggi langit, sekalipun hukum pidana di dunia cukup keras, namun ibarat serangga laron yang menubruk api, masih saja ada orang yang ingin coba-coba melanggar hukum. Setelah kematiannya dan sampai di Neraka, akan terkena siksa yang tak terkatakan deritanya.
Dari dalam penjara di depan sana, terdengar suara orang yang sedang tumpah-tumpah dan merintih. Di atas pintu penjara tertera tulisan "Sub seksi Neraka Pencekokan Obat". Dua Perwira berKepala Sapi dan Tampang Kuda masing-masing mengawal masuk roh dosa pria dan wanita.
Di samping kanan kiri pintu penjara dipenuhi oleh tumpukan berbagai macam obat-obatan. Labelnya ada yang pakai huruf Mandarin, Jepang, Inggris, kemasannya cukup indah. Memangnya Neraka menjual obat-obatan? Jika tidak, mengapa dipamerkan begini banyak obat-obatan? Toko-toko obat besar yang ada di dunia pun tidak menjual obat-obatan sebanyak ini?
Neraka tidak menjual obat-obatan, obat-obatan ini adalah obat palsu yang diproduksi oleh orang. Di dunia memproduksi sesuatu barang apa saja, di Alam Baka akan segera tampak wujudnya. Maka setiap memalsukan satu botol obat, di Pemangku Kuasa Neraka pun akan muncul faksimilinya persis sama dengan yang aslinya. Bukti-bukti dosa yang dilakukan orang di dunia dengan sendirinya tergelar di sini, sedikitpun tidak meleset, bagai disaksikan oleh matahari dan rembulan.
Dalam hal ini umat di dunia perlu mengetahuinya, jangan kira di kegelapan tak ada orang yang tahu, lalu boleh melakukan apa saja yang melawan hati nuraninya. Siapa yang tahu, di kegelapan ada malaikat yang memeriksannya; jika tidak demikian, bagaimana mungkin balasan dosa karma perbuatan manusia bisa melekat padanya? Di dalam Kitab Suci Thai Sang Kan Ing Phian tertera : "Kemalangan dan keberuntungan tiada berpintu, manusia sendirilah yang memunculkan; pembalasan atas kebaikan dan kejahatan bagaikan bayangan yang menyertainya". Di situlah letak kebenarannya.
Umat di dunia banyak yang tak percaya terhadap Hukum Sebab Akibat atau Hukum Karma. Ketahuilah, pembalasan atas kebaikan dan kejahatan bagai bayangan yang menyertai. Di bawah sinar lampu, orang bisa melihat wujud bayangannya sendiri, namun setelah masuk ke dalam kegelapan, sudah tak ada lagi bayangan yang bisa dilihatnya, maka dikiranya malaikatpun tak mengetahuinya. Siapa yang tahu di kegelapan sana malah banyak roh-roh halus, berarti orang yang melakukan itu seperti masuk perangkapnya sendiri. Mau menyalahkan siapa?
Bagian dalam ruangan penjara dipagari dengan tembok-tembok beton. Di dalam tampak roh-roh dosa sedang menjerit kesakitan, para petugas Neraka sedang menuangkan cairn berwarna hitam ke dalam mulutnya, seember demi seember. Masing-masing roh dosa meronta-ronta hendak menghindari tuangan yang dipaksakan oleh para petugas.
Melihat roh dosa yang dulu diputuskan kemari untuk menerima hukumannya.
Kasihan sekali, kemarin dulu sewaktu roh dosa ini berada di Astana empat wajahnya masih kelihatan merah, hanya berselang tiga hari saja, kita sudah tak tampak merah. Pada bagian mulut dan hidungnya, penuh dengan noda cairan hitam, cairan apakah itu?
Semasa hidupnya roh dosa ini membuat obat palsu, tak sedikit orang yang dirugikan. Sesudah meninggal, dihukum dengan dicekoki obat cairan hitam. Obat ini sangat pahit, lagi pula mengandung racun, sulit diteguk. Sekali diteguk, ususnya seperti melilit-lilit dan dikocok, sakit dan ingin tumpah, namun tak bisa ditumpahkan. Inilah pembalasan terhadap pemalsuan obat.
Setelan jas yang dipakai oleh roh dosa ini penuh noda cairan obat hitam, kotornya tak karuan. Kedua mata telah kehilangan sinarnya. Roh dosa itu disuruh menceritakan perbuatannya.
Roh Dosa : Rasanya malu untuk untuk diceritakan, juga membuat malu keturunanku. Semasa hidup, saya membuka apotik, menyalurkan obat-obatan buatan Tiongkok dan luar negeri. Pikir hati ingin cepat kaya, mau tak mau harus menyerempet bahaya. Maka saya membeli satu unit mesin kecil, dengan menggunakan bahan tepung gandum dan zat pewarna, memalsukan obat-obatan yang lakunya cepat, kemasannya pun saya buat mirip, saya produksi dalam jumlah besar. Selain saya jual sendiri, juga saya jual pada apotik lain. Saya untung besar. Pada awal musim semi tahun ini, saya jatuh sakit hingga meninggal pada usia 52 tahun. Ketika meninggal, saya dikawal oleh perwira berKepala Sapi dan Tampang Kuda menuju Panggung Cermin Dosa. Dari cermin itu tertayangkan kelakuan saya membuat obat palsu dan menjualnya. Saat itu saya amat terkejut, ternyata dalam Pemangku Kekuasaan Neraka ada mesin yang begitu canggih, maka saya tak bisa berkilah lagi. Tiga hari yang lalu, saya diputus oleh raja Astana keempat yaitu Raja Wu Kwan masuk penjara "Neraka Pencekokan Obat" selama 30 tahun. Menjelang saat menjalani hukuman, saya menjadi takut, karena obat-obatan yang saya palsukan, secara lengkap digelar di depan penjara Neraka. Sungguh luar biasa ilmunya, lengkaplah sudah bukti-bukti dosaku, apa mau dikata? Selama tiga hari ini, saya disiksa dengan dicekoki cairan obat hitam, sungguh tak bisa diteguk, namun jika tak diteguk akan dihukum cambuk, saya paksakan meneguknya, tapi tak kepalang sakitnya. Kini ingin menyesal juga sudah terlambat. Bagi yang membuka usaha apotik di dunia, janganlah sekali-kali meniru saya. Jika ada yang melanggar, cepatlah bertobat, jika tidak, nanti sesudah meninggal pasti mendapat siksa.
Sewaktu buka usaha Apotik, karena ingin mencari untung banyak, secara diam-diam saya menjual obat-obatan narkoba, untuk dikonsumsikan kepada para muda-mudi, membuat mereka kecanduan, sehingga banyak terjadi hal-hal celaka, tak kepalang tanggung dosaku ini; Suatu ketika, seorang teman memberi saya kitab bajik yang diturunkan dan ditranskrip oleh Roh Suci untuk menyadarkan umat. Setelah saya lihat sepintas lalu, isinya tak lain hanya berupa karangan berbentuk syair dan pembahasan makalah yang diturunkan oleh para Roh Buddha, Nabi, dan Dewa. Lalu saya campakkan begitu saja. Dalam hati saya berpikir, kini sudah jamannya Era Antariksa, apa masih ada lagi yang namanya Hantu, Malaikat, Dewa, dan Buddha? Kecuali mereka yang tergolong tahayul, yang mau percaya terhadap omongan setan. Tetapi siapa kira, setelah meninggal Yam Ong malah menambah 5 tahun masa hukuman, atas fitnahanku terhadap Buddha, Nabi, dan Dewa, serta kesalahan mencampakkan kitab Kebajikan. Ternyata orang dari dunia ini adalah orang saleh dari Vihara Perguruan Roh Suci di dunia. Saya sungguh amat tolol. Saya mohon Buddha Hidup Ci Kung dan orang saleh ini memberi pertolongan, mintakan belas kasihan kepada Pejabat, agar melepas saya keluar dari penjara Neraka.
CiHoet :Semasa hidup tak percaya pada Buddha, Dewa, Malaikat dan Hantu, tahunya hanya membanggakan ilmu pengetahuan jaman modern, sesudah mati baru menyesal. Kini kau berada di tangan kekuasaan Dewa dan Roh Halus, ingin menyesalpun sudah terlambat. Mengingat kau masih mau berterus terang dalam pengakuanmu, tunggu sampai kitab "Melawat ke Alam Baka" dicetak dan diterbitkan, serta berhasil menyadarkan umat, maka sepersepuluh-ribu amal-jasanya boleh kau dapatkan untuk mengangkatmu keluar dari derita.
Pejabat : Hukuman harus setimpal, hukum yang keras untuk menghukum orang yang tak kenal aturan. Tak perlu minta belas kasihan, meski dalam tindak pemalsuan obat tidak langsung membahayakan nyawa orang, tetapi pada kenyataannya telah banyak meninggalkan dampak negatif pada fisik pasien, bisa disebut membunuh orang secara tak langsung, maka Yam Ong menjatuhkan hukuman berat padamu.
Dari dalam penjara di depan sana, terdengar suara orang yang sedang tumpah-tumpah dan merintih. Di atas pintu penjara tertera tulisan "Sub seksi Neraka Pencekokan Obat". Dua Perwira berKepala Sapi dan Tampang Kuda masing-masing mengawal masuk roh dosa pria dan wanita.
Di samping kanan kiri pintu penjara dipenuhi oleh tumpukan berbagai macam obat-obatan. Labelnya ada yang pakai huruf Mandarin, Jepang, Inggris, kemasannya cukup indah. Memangnya Neraka menjual obat-obatan? Jika tidak, mengapa dipamerkan begini banyak obat-obatan? Toko-toko obat besar yang ada di dunia pun tidak menjual obat-obatan sebanyak ini?
Neraka tidak menjual obat-obatan, obat-obatan ini adalah obat palsu yang diproduksi oleh orang. Di dunia memproduksi sesuatu barang apa saja, di Alam Baka akan segera tampak wujudnya. Maka setiap memalsukan satu botol obat, di Pemangku Kuasa Neraka pun akan muncul faksimilinya persis sama dengan yang aslinya. Bukti-bukti dosa yang dilakukan orang di dunia dengan sendirinya tergelar di sini, sedikitpun tidak meleset, bagai disaksikan oleh matahari dan rembulan.
Dalam hal ini umat di dunia perlu mengetahuinya, jangan kira di kegelapan tak ada orang yang tahu, lalu boleh melakukan apa saja yang melawan hati nuraninya. Siapa yang tahu, di kegelapan ada malaikat yang memeriksannya; jika tidak demikian, bagaimana mungkin balasan dosa karma perbuatan manusia bisa melekat padanya? Di dalam Kitab Suci Thai Sang Kan Ing Phian tertera : "Kemalangan dan keberuntungan tiada berpintu, manusia sendirilah yang memunculkan; pembalasan atas kebaikan dan kejahatan bagaikan bayangan yang menyertainya". Di situlah letak kebenarannya.
Umat di dunia banyak yang tak percaya terhadap Hukum Sebab Akibat atau Hukum Karma. Ketahuilah, pembalasan atas kebaikan dan kejahatan bagai bayangan yang menyertai. Di bawah sinar lampu, orang bisa melihat wujud bayangannya sendiri, namun setelah masuk ke dalam kegelapan, sudah tak ada lagi bayangan yang bisa dilihatnya, maka dikiranya malaikatpun tak mengetahuinya. Siapa yang tahu di kegelapan sana malah banyak roh-roh halus, berarti orang yang melakukan itu seperti masuk perangkapnya sendiri. Mau menyalahkan siapa?
Bagian dalam ruangan penjara dipagari dengan tembok-tembok beton. Di dalam tampak roh-roh dosa sedang menjerit kesakitan, para petugas Neraka sedang menuangkan cairn berwarna hitam ke dalam mulutnya, seember demi seember. Masing-masing roh dosa meronta-ronta hendak menghindari tuangan yang dipaksakan oleh para petugas.
Melihat roh dosa yang dulu diputuskan kemari untuk menerima hukumannya.
Kasihan sekali, kemarin dulu sewaktu roh dosa ini berada di Astana empat wajahnya masih kelihatan merah, hanya berselang tiga hari saja, kita sudah tak tampak merah. Pada bagian mulut dan hidungnya, penuh dengan noda cairan hitam, cairan apakah itu?
Semasa hidupnya roh dosa ini membuat obat palsu, tak sedikit orang yang dirugikan. Sesudah meninggal, dihukum dengan dicekoki obat cairan hitam. Obat ini sangat pahit, lagi pula mengandung racun, sulit diteguk. Sekali diteguk, ususnya seperti melilit-lilit dan dikocok, sakit dan ingin tumpah, namun tak bisa ditumpahkan. Inilah pembalasan terhadap pemalsuan obat.
Setelan jas yang dipakai oleh roh dosa ini penuh noda cairan obat hitam, kotornya tak karuan. Kedua mata telah kehilangan sinarnya. Roh dosa itu disuruh menceritakan perbuatannya.
Roh Dosa : Rasanya malu untuk untuk diceritakan, juga membuat malu keturunanku. Semasa hidup, saya membuka apotik, menyalurkan obat-obatan buatan Tiongkok dan luar negeri. Pikir hati ingin cepat kaya, mau tak mau harus menyerempet bahaya. Maka saya membeli satu unit mesin kecil, dengan menggunakan bahan tepung gandum dan zat pewarna, memalsukan obat-obatan yang lakunya cepat, kemasannya pun saya buat mirip, saya produksi dalam jumlah besar. Selain saya jual sendiri, juga saya jual pada apotik lain. Saya untung besar. Pada awal musim semi tahun ini, saya jatuh sakit hingga meninggal pada usia 52 tahun. Ketika meninggal, saya dikawal oleh perwira berKepala Sapi dan Tampang Kuda menuju Panggung Cermin Dosa. Dari cermin itu tertayangkan kelakuan saya membuat obat palsu dan menjualnya. Saat itu saya amat terkejut, ternyata dalam Pemangku Kekuasaan Neraka ada mesin yang begitu canggih, maka saya tak bisa berkilah lagi. Tiga hari yang lalu, saya diputus oleh raja Astana keempat yaitu Raja Wu Kwan masuk penjara "Neraka Pencekokan Obat" selama 30 tahun. Menjelang saat menjalani hukuman, saya menjadi takut, karena obat-obatan yang saya palsukan, secara lengkap digelar di depan penjara Neraka. Sungguh luar biasa ilmunya, lengkaplah sudah bukti-bukti dosaku, apa mau dikata? Selama tiga hari ini, saya disiksa dengan dicekoki cairan obat hitam, sungguh tak bisa diteguk, namun jika tak diteguk akan dihukum cambuk, saya paksakan meneguknya, tapi tak kepalang sakitnya. Kini ingin menyesal juga sudah terlambat. Bagi yang membuka usaha apotik di dunia, janganlah sekali-kali meniru saya. Jika ada yang melanggar, cepatlah bertobat, jika tidak, nanti sesudah meninggal pasti mendapat siksa.
Sewaktu buka usaha Apotik, karena ingin mencari untung banyak, secara diam-diam saya menjual obat-obatan narkoba, untuk dikonsumsikan kepada para muda-mudi, membuat mereka kecanduan, sehingga banyak terjadi hal-hal celaka, tak kepalang tanggung dosaku ini; Suatu ketika, seorang teman memberi saya kitab bajik yang diturunkan dan ditranskrip oleh Roh Suci untuk menyadarkan umat. Setelah saya lihat sepintas lalu, isinya tak lain hanya berupa karangan berbentuk syair dan pembahasan makalah yang diturunkan oleh para Roh Buddha, Nabi, dan Dewa. Lalu saya campakkan begitu saja. Dalam hati saya berpikir, kini sudah jamannya Era Antariksa, apa masih ada lagi yang namanya Hantu, Malaikat, Dewa, dan Buddha? Kecuali mereka yang tergolong tahayul, yang mau percaya terhadap omongan setan. Tetapi siapa kira, setelah meninggal Yam Ong malah menambah 5 tahun masa hukuman, atas fitnahanku terhadap Buddha, Nabi, dan Dewa, serta kesalahan mencampakkan kitab Kebajikan. Ternyata orang dari dunia ini adalah orang saleh dari Vihara Perguruan Roh Suci di dunia. Saya sungguh amat tolol. Saya mohon Buddha Hidup Ci Kung dan orang saleh ini memberi pertolongan, mintakan belas kasihan kepada Pejabat, agar melepas saya keluar dari penjara Neraka.
CiHoet :Semasa hidup tak percaya pada Buddha, Dewa, Malaikat dan Hantu, tahunya hanya membanggakan ilmu pengetahuan jaman modern, sesudah mati baru menyesal. Kini kau berada di tangan kekuasaan Dewa dan Roh Halus, ingin menyesalpun sudah terlambat. Mengingat kau masih mau berterus terang dalam pengakuanmu, tunggu sampai kitab "Melawat ke Alam Baka" dicetak dan diterbitkan, serta berhasil menyadarkan umat, maka sepersepuluh-ribu amal-jasanya boleh kau dapatkan untuk mengangkatmu keluar dari derita.
Pejabat : Hukuman harus setimpal, hukum yang keras untuk menghukum orang yang tak kenal aturan. Tak perlu minta belas kasihan, meski dalam tindak pemalsuan obat tidak langsung membahayakan nyawa orang, tetapi pada kenyataannya telah banyak meninggalkan dampak negatif pada fisik pasien, bisa disebut membunuh orang secara tak langsung, maka Yam Ong menjatuhkan hukuman berat padamu.
22 August 2009
Bertemu Muka Dengan Raja Wu Kwan
Artikel ini sebenarnya saya sadur dari Buku Melawat Ke Alam Neraka, hasil terjemahan dari kitab “Ti Yi You Ci”. Dan saya persingkat, karena kitab ini sangat tebal. Saya hanya mengambil inti-intinya saja. Kitab ini dibuat atas titah Yang Maha Mulia Giok Hong Tai Tee (Kaisar Jade, Penguasa Tertinggi Centra Langit). Mungkin di antara para pembaca ada yang tidak percaya adanya hal ini. Tetapi saya hanya berharap Anda semua memikirkannya, agar kita tidak terperosok ke Alam Neraka, jika ternyata hal ini benar-benar ada. Saya hanya ingin membagi apa yang telah saya baca. Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada Team Penterjemah Ci Hua Thang, Yayasan Dharma Abadi Semarang. Kepada Para Buddha dan Bodhisatava, serta Para Dewa dan Roh Suci. Kitab ini berisi perjalanan Mediator Utama yang memegang Pena Sakral bernama Yang Sheng dengan dibimbing oleh Budha Hidup Ci Kung ke Alam Neraka.
Tujuan dari pembuatan kitab ini adalah untuk mengingatkan manusia akan keadaan neraka, agar manusia bisa mempunyai gambaran tentang tragisnya keadaan arwah berdosa di alam neraka, dan akhirnya menjadi sadar.
Semoga artikel ini berguna untuk kita semua. Saya mohon maaf jika ada kesalahan dalam menyadur.
Babak ke 22
Melawat ke Astana Keempat
Bertemu Muka Dengan Raja Wu Kwan
"Menempuh kehidupan insani, layaknya menunggang kuda
menonton festival lentera berhias. Dengan
tergesa-gesa mengejar perjalanan, tak terasa sang waktu
terus bergulir dari tahun ke tahun, usiapun semakin bertambah.
Pada awal musim semi di saat pergantian tahun yang baru,
seluruh pemandangan alam tampak mengalami pembaharuan
total. Bertepatan saat inilah, penggodokkan dalam pembuatan
Pil telah matang pula,
Satu putaran siklus telah terlewati dan kembali berputar
dari yang paling awal, kini terasa seakan ingin terbang ke
angkasa saja."
Perjalanan kehidupan manusia layaknya lentera bergambar yang berputar, (maknanya : perannya berganti terus) selamanya takkan berhenti. Dalam sekejap mata, sang Waktu sudah terbang begitu saja, ada berapa kalikah dalam semasa hidupnya umat di dunia bisa merayakan perayaan Cap Go Meh yang berkesan dan menyenangkan sekali itu? Tak terasa kian tahun usia kian bertambah. Pemandangan yang tampak di depan mata adalah anak-anak yang ada di mana-mana, dengan tangan menenteng lentera lampion, sedang bermain dan bercanda. Mendekap sebuah cermin di tangan, segera mencoba untuk bercermin, mendadak tertampak wajah yang kusam dan rambut yang beruban! Bila tak lebih dini membina diri, ingin tunggu kapan lagi? Di dalam lubuk hati Tan Thian (suatu tempat kira-kira 1 inci di bawah pusar) saya, ada tergodok sebutir Pil Dewa (Sian Tan), hanya tinggal menunggu satu putaran siklus berlalu dan berganti putaran baru yang dimulai dari yang paling awal, dimana pemandangan seluruh alam mengalami pembaharuan secara total, di saat itulah Pil Dewa telah matang dan tampuk buahnya (kelopaknya) terjatuh. Dengan sendirinya akan langsung terbang ke langit meninggalkan kerangka badan, tercapailah sudah kesempurnaan jiwa dan keBuddhaannya. Perencanaan satu tahun diawali dari musim semi, saat paling berharga dalam semasa hidup terletak pada masa muda. Sayangilah waktu, sayangilah kehidupan, peluklah erat-erat keyakinan, apalagi yang patut ditakutkan akan datangnya segala cobaab yang berat? Perjalanan masa depan yang cerah sedang menanti, ayunkan langkahmu dengan benar, semoga Tao nan Agung selalu berjalan lancar terus.
Bunga teratai tumbuh dalam lumpur yang kotor, jika bisa "menjaga dirinya tetap bersih tak terpengaruh yang jahat", cukuplah sudah.
Ci Hoet melantunkan sebuah puisi untuk 'Menyadarkan Umat' :
Kutanyakan pada umat di dunia:
Sibuk apa? Tak lain hanya sibuk demi mencari makan tiga kali dalam sehari.
Mohon apa? Setiap hari tak lain hanya risau demi meraih keuntungan dan ketenaran nama.
Terpikat apa? Tak lain hanya demi memikirkan prihal cinta membuat badannya menjadi kurus.
Pikir apa? Tak lain hanya karena berkhayal membuat pusing kepala.
Meraih apa? Tak lain hanya sibuk dari lahir hingga mati yang pada akhirnya pulang tanpa membawa apa-apa.
Lampiaskan apa? Menyesalkan jika istri dan anak perempuan sendiri dicabuli orang?
Tunggu apa? Cepatlah berpaling, untuk membina Jalan KeTuhanan, kan kau temukan tepian nan bahagia.
Membina apa? Tumbuh dalam lumpur yang kotor namun tak tercemari, bebas melanglang kemana saja.
Bercengkrama apa? Bersama-sama menaiki bahtera suci betapa bahagianya.
Sampai di depan "Astana ke Empat".
Raja Wu Kwan beserta para Pejabat Dewa sudah keluar dari Astana, menyambut Ci Hoet dan Yang Sheng. Yang Sheng memberi hormat.
Ci Hoet dan Yang Sheng dipersilahkan duduk dan disajikan minuman Anggur Deva.
Yam Ong : Anggur Dewata ini adalah penganugerahan dari Surga, masing-masing Yam Ong yang berada di sepuluh Astana mendapatkannya semua. Minum ini bisa menambah cemerlang pancaran rohaninya, sedangkan para Hakim di Neraka cuma boleh minum Teh Deva, para Petugas minum teh sejuk, karena pahalanya tak sama, maka perlakuannya juga berbeda.
YangSheng : Bagaimanakah keadaan Astana Bagianda dalam menangani para terhukum?
YamOng : Saya membawahi 16 sub seksi Neraka, selain itu masih ada penambahan sub seksi Neraka baru, untuk mengantisipasi macam/jenis dosa baru yang dilakukan umat di dunia yang terus berubah dari hari ke hari. Masing-masing Neraka ada penanggung jawabnya sendiri. Barang siapa semasa hidupnya melakukan banyak kejahatan, setelah meninggal masuk melalui Pintu Hantu, naik ke atas Panggung Cermin Dosa untuk dibongkar kedoknya, dan menampakkan keadaan sebenarnya. Setelah bukti dosanya lengkap, baru diperiksa dosa yang dilakukan termasuk bagian Astana Neraka mana yang menanganinya, lalu diserahkan kepada masing-masing Astana yang berwenang menanganinya. Sekarang ini saya sedang menangani satu kasus, silahkan kalian berdua mengikuti saya menggelar sidang untuk ditinjau.
YangSheng : Di depan meja sidang ada dua petugas berKepala Sapi dan Tampang Kuda sedang mengawal satu roh dosa lelaki. Penampilannya seperti sosok seorang direktur umum atau komisaris jendral, wajahnya tampak kemerah-merahan, agak sedikit botak, dosa apakah yang ia lakukan, sehingga ia tampak demikian gelisah dan gemetar?
YamOng : Roh dosa ini otaknya pintar, semasa hidup membuka usaha perdagangan obat-obatan, karena ingin cepat kaya, ia pun sudah agak paham terhadap jenis obat-obatan, lalu menjula obat palsu, tak sedikit orang yang dirugikan, kini ajalnya telah tiba, maka ia dikawal petugas untuk diadili.
Tujuan dari pembuatan kitab ini adalah untuk mengingatkan manusia akan keadaan neraka, agar manusia bisa mempunyai gambaran tentang tragisnya keadaan arwah berdosa di alam neraka, dan akhirnya menjadi sadar.
Semoga artikel ini berguna untuk kita semua. Saya mohon maaf jika ada kesalahan dalam menyadur.
Babak ke 22
Melawat ke Astana Keempat
Bertemu Muka Dengan Raja Wu Kwan
"Menempuh kehidupan insani, layaknya menunggang kuda
menonton festival lentera berhias. Dengan
tergesa-gesa mengejar perjalanan, tak terasa sang waktu
terus bergulir dari tahun ke tahun, usiapun semakin bertambah.
Pada awal musim semi di saat pergantian tahun yang baru,
seluruh pemandangan alam tampak mengalami pembaharuan
total. Bertepatan saat inilah, penggodokkan dalam pembuatan
Pil telah matang pula,
Satu putaran siklus telah terlewati dan kembali berputar
dari yang paling awal, kini terasa seakan ingin terbang ke
angkasa saja."
Perjalanan kehidupan manusia layaknya lentera bergambar yang berputar, (maknanya : perannya berganti terus) selamanya takkan berhenti. Dalam sekejap mata, sang Waktu sudah terbang begitu saja, ada berapa kalikah dalam semasa hidupnya umat di dunia bisa merayakan perayaan Cap Go Meh yang berkesan dan menyenangkan sekali itu? Tak terasa kian tahun usia kian bertambah. Pemandangan yang tampak di depan mata adalah anak-anak yang ada di mana-mana, dengan tangan menenteng lentera lampion, sedang bermain dan bercanda. Mendekap sebuah cermin di tangan, segera mencoba untuk bercermin, mendadak tertampak wajah yang kusam dan rambut yang beruban! Bila tak lebih dini membina diri, ingin tunggu kapan lagi? Di dalam lubuk hati Tan Thian (suatu tempat kira-kira 1 inci di bawah pusar) saya, ada tergodok sebutir Pil Dewa (Sian Tan), hanya tinggal menunggu satu putaran siklus berlalu dan berganti putaran baru yang dimulai dari yang paling awal, dimana pemandangan seluruh alam mengalami pembaharuan secara total, di saat itulah Pil Dewa telah matang dan tampuk buahnya (kelopaknya) terjatuh. Dengan sendirinya akan langsung terbang ke langit meninggalkan kerangka badan, tercapailah sudah kesempurnaan jiwa dan keBuddhaannya. Perencanaan satu tahun diawali dari musim semi, saat paling berharga dalam semasa hidup terletak pada masa muda. Sayangilah waktu, sayangilah kehidupan, peluklah erat-erat keyakinan, apalagi yang patut ditakutkan akan datangnya segala cobaab yang berat? Perjalanan masa depan yang cerah sedang menanti, ayunkan langkahmu dengan benar, semoga Tao nan Agung selalu berjalan lancar terus.
Bunga teratai tumbuh dalam lumpur yang kotor, jika bisa "menjaga dirinya tetap bersih tak terpengaruh yang jahat", cukuplah sudah.
Ci Hoet melantunkan sebuah puisi untuk 'Menyadarkan Umat' :
Kutanyakan pada umat di dunia:
Sibuk apa? Tak lain hanya sibuk demi mencari makan tiga kali dalam sehari.
Mohon apa? Setiap hari tak lain hanya risau demi meraih keuntungan dan ketenaran nama.
Terpikat apa? Tak lain hanya demi memikirkan prihal cinta membuat badannya menjadi kurus.
Pikir apa? Tak lain hanya karena berkhayal membuat pusing kepala.
Meraih apa? Tak lain hanya sibuk dari lahir hingga mati yang pada akhirnya pulang tanpa membawa apa-apa.
Lampiaskan apa? Menyesalkan jika istri dan anak perempuan sendiri dicabuli orang?
Tunggu apa? Cepatlah berpaling, untuk membina Jalan KeTuhanan, kan kau temukan tepian nan bahagia.
Membina apa? Tumbuh dalam lumpur yang kotor namun tak tercemari, bebas melanglang kemana saja.
Bercengkrama apa? Bersama-sama menaiki bahtera suci betapa bahagianya.
Sampai di depan "Astana ke Empat".
Raja Wu Kwan beserta para Pejabat Dewa sudah keluar dari Astana, menyambut Ci Hoet dan Yang Sheng. Yang Sheng memberi hormat.
Ci Hoet dan Yang Sheng dipersilahkan duduk dan disajikan minuman Anggur Deva.
Yam Ong : Anggur Dewata ini adalah penganugerahan dari Surga, masing-masing Yam Ong yang berada di sepuluh Astana mendapatkannya semua. Minum ini bisa menambah cemerlang pancaran rohaninya, sedangkan para Hakim di Neraka cuma boleh minum Teh Deva, para Petugas minum teh sejuk, karena pahalanya tak sama, maka perlakuannya juga berbeda.
YangSheng : Bagaimanakah keadaan Astana Bagianda dalam menangani para terhukum?
YamOng : Saya membawahi 16 sub seksi Neraka, selain itu masih ada penambahan sub seksi Neraka baru, untuk mengantisipasi macam/jenis dosa baru yang dilakukan umat di dunia yang terus berubah dari hari ke hari. Masing-masing Neraka ada penanggung jawabnya sendiri. Barang siapa semasa hidupnya melakukan banyak kejahatan, setelah meninggal masuk melalui Pintu Hantu, naik ke atas Panggung Cermin Dosa untuk dibongkar kedoknya, dan menampakkan keadaan sebenarnya. Setelah bukti dosanya lengkap, baru diperiksa dosa yang dilakukan termasuk bagian Astana Neraka mana yang menanganinya, lalu diserahkan kepada masing-masing Astana yang berwenang menanganinya. Sekarang ini saya sedang menangani satu kasus, silahkan kalian berdua mengikuti saya menggelar sidang untuk ditinjau.
YangSheng : Di depan meja sidang ada dua petugas berKepala Sapi dan Tampang Kuda sedang mengawal satu roh dosa lelaki. Penampilannya seperti sosok seorang direktur umum atau komisaris jendral, wajahnya tampak kemerah-merahan, agak sedikit botak, dosa apakah yang ia lakukan, sehingga ia tampak demikian gelisah dan gemetar?
YamOng : Roh dosa ini otaknya pintar, semasa hidup membuka usaha perdagangan obat-obatan, karena ingin cepat kaya, ia pun sudah agak paham terhadap jenis obat-obatan, lalu menjula obat palsu, tak sedikit orang yang dirugikan, kini ajalnya telah tiba, maka ia dikawal petugas untuk diadili.
Subscribe to:
Posts (Atom)