Artikel ini sebenarnya saya sadur dari Buku Melawat Ke Alam Neraka, hasil terjemahan dari kitab “Ti Yi You Ci”. Dan saya persingkat, karena kitab ini sangat tebal. Saya hanya mengambil inti-intinya saja. Kitab ini dibuat atas titah Yang Maha Mulia Giok Hong Tai Tee (Kaisar Jade, Penguasa Tertinggi Centra Langit). Mungkin di antara para pembaca ada yang tidak percaya adanya hal ini. Tetapi saya hanya berharap Anda semua memikirkannya, agar kita tidak terperosok ke Alam Neraka, jika ternyata hal ini benar-benar ada. Saya hanya ingin membagi apa yang telah saya baca. Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada Team Penterjemah Ci Hua Thang, Yayasan Dharma Abadi Semarang. Kepada Para Buddha dan Bodhisatava, serta Para Dewa dan Roh Suci. Kitab ini berisi perjalanan Mediator Utama yang memegang Pena Sakral bernama Yang Sheng dengan dibimbing oleh Budha Hidup Ci Kung ke Alam Neraka. Tujuan dari pembuatan kitab ini adalah untuk mengingatkan manusia akan keadaan neraka, agar manusia bisa mempunyai gambaran tentang tragisnya keadaan arwah berdosa di alam neraka, dan akhirnya menjadi sadar. Semoga artikel ini berguna untuk kita semua. Saya mohon maaf jika ada kesalahan dalam menyadur.
Babak ke 34
Melawat ke Sub Seksi Neraka Congkel Hati
Yang Ketiga Kali - Bertepatan dengan Pembukaan
Pintu Neraka pada Bulan Cit Gwee
"Bertepatan dengan hari raya "Pelintasan Umum Pertengahan
Tahun", pintu neraka pun dibuka,
Arwah-arwah dalam kuasa neraka dengan antusiasnya keluar
menghirup udara segar,
Mengenyam kebebasan selama 30 hari selama bulan Cit Gwee,
Tersiratlah bahwasanya masa-masa kebahagiaan dalam kehidupan
manusia tidaklah sering kita jumpai."
Selama bulan Cit Gwee (bulan ketujuh) pintu neraka dibuka lebar, saudara-saudara (yang berada di alam neraka) datang ke alam dunia untuk melepas kejenuhan, maka oleh adat bulan Cit Gwee disebut sebagai "Bulan Hantu", maka punya kerja pada bulan ini dianggap tabu, takut tersinggung oleh roh hantu. Jika umat dunia senantiasa bisa bersikap hormat, segan serta waspada terhadap malaikat dan hantu, dengan sendirinya takkan melakukan kesalahan.
Hantu itu adalah jelmaan manusia, sudah tak aneh lagi, kita akan kena celaka jika menganggap aneh.
Pintu Hantu sudah berada di depan, pintu sampingnya telah dibuka, para arwah berdesak-desakan berebut keluar, wajahnya tampak ceria, seperti menghirup udara segar.
Pintu Neraka sebelah samping boleh dibuka pada bulan Cit Gwee, para arwah dalam wilayah "penduduk sipil" bisa bercengkerama secara bergiliran, setiap orang bak burung keluar dari sangkarnya, maka mereka seperti mabuk dalam suasana gembira, menuju ke alam dunia.
Apakah semua roh hantu mendapat kesempatan keluar pada bulan Cit Gwee ?
Oh, tidak, meski pintu neraka dibuka pada bulan Cit Gwee, namun yang keluar lebih diutamakan arwah-arwah yang berada di wilayah penduduk sipil, karena pada umumnya, arwah dari penduduk sipil tiada banyak beramal-jasa atau berdosa, maka sesudah meninggal ditempatkan di suatu wilayah dalam kuasa neraka yang disebut "wilayah penduduk sipil". Di sana mereka menjalani kehidupan seperti layaknya di alam dunia. Pada hari-hari biasa mereka tak diperbolehkan meninggalkan wilayahnya, hanya saat bertepatan bulan Cit Gwee, pejabat neraka memberi amnesti besar-besaran, mengijinkan mereka berlibur secara bergiliran, sedangkan jalur hantu pada tanggal 15 Cit Gwee baru diperbolehkan secara terbatas keluar neraka untuk mendapat kesempatan pelintasan umum. Dalam agama Buddha kita kenal dengan festival "Ullambhana", sedangkan umat Tao menyebutnya "Pelintasan Umum Pertengahan Tahun". Para pejabat neraka biasanya ada hari libur tertentu, namun pada bulan ini tak berlaku.
Para roh dosa yang berada dalam penjara wajahnya tampak lebih mengenaskan dan menyedihkan dibanding dengan tempo hari, apakah sebabnya?
Karena bulan ini bertepatan dengan bulan Cit Gwee, pada umumnya para arwah yang tak berdosa, bisa keluar neraka untuk bercengkerama, sedangkan para roh dosa ini semasa hidupnya juga pernah mendengar cerita bahwasanya bulan Cit Gwee merupakan dunianya para arwah atau roh halus, dalam hati mereka berpikir hari ini semestinya bisa bebas sejenak, tetapi tak terpikirkan bahwa dirinya kini masih dalam keadaan diborgol, tak punya kebebasan, rasanya iri sekali melihat orang lain bisa berlibur dan leluasa, sedangkan dirinya dikurung, para danyang (hantu penjaga) nerakapun tak kenal ampun, tetap melaksanakan hukuman congkel hati, maka hatinya terasa merana dan pilu. Umat di dunia perlu bersiap-siap lebih awal, jadilah orang yang baik, berbuat yang baik, jangan berbuat dosa, sebab jika sesudah meninggal masuk neraka, takkan dapat menemukan kebebasan dan hari yang cerah.
Pejabat mengatur dua roh keluar untuk menceritakan sendiri perbuatan jahat apa yang mereka lakukan.
RohDosa 1 : Rasanya malu jika kuceritakan, pada usia tengah baya, istriku meninggal, namun nafsu birahiku belum reda, pada suatu hari di pinggiran desa, saya bertemu dengan seorang gadis, saat itu nafsu birahiku mendadak timbul dengan dahsyatnya. Saya lihat di sekeliling tak ada orang, lalu saya bergegas memeluknya, menarik paksa masuk ke dalam kebun tebu terdekat. Saat mau saya perkosa, gadis itu meronta dan menjerit-jerit, minta saya lepaskan, tetapi saat itu saya sudah kesetanan dan kehilangan nalar, saya mengancam dan menakut-nakutinya, jika tak mau menurut akan saya bunuh, akhirnya iapun tunduk, dan saya berhasil memperkosanya. Setelah kejadian itu saya merasa menyesal, meski gadis itu tak melaporkan kasusnya untuk dilacak, saya sendiri merasa bersalah, dan sering mencela diri sendiri, tak lama kemudian, saya jatuh sakit dan akhirnya meninggal. Saat roh sampai di kuasa neraka, Yam Ong marah besar. Karena saya sudah mengaku bersalah, saya tak dibawa ke Panggung Cermin Dosa, langsung dibawa ke Astana kelima, dihukum di "Neraka Congkel Hati" selama 10 tahun, mengoperasi hati saya yang "gila nafsu sex dan suka memperkosa", hingga kini sudah menjalani siksa hukuman selama 4 tahun lebih, setiap hari saya sangat menyesal, tetapi nasi sudah menjadi bubur, seperti kata sebuah pepatah : "Sekali salah langkah, akan menciptakan penyesalan selama ribuan tahun". Kini menyesalpun sudah terlambat.
Pejabat : Memperkosa gadis perawan, merusak masa depan orang seumur hidup, keterlaluan jahatnya dan berat dosanya, meski kau mengerti mencela diri sampai mati, sadar akan kesalahan diri dan menyesal, namun dosa ini tak dapat ditebusnya. Kejahatan yang terutama ialah berzinah, kini ibaratnya sudah masuk perangkap sendiri, jangan menyalahkan orang atau menggerutu kepada Yang Di Atas. Sadarlah umat di dunia, jangan sampai melakukan dosa berzinah ini, jika ada yang sudah terlanjur melanggar cepatlah bertobat di hadapan Sang Buddha, serta menegakkan ikrar besar, atau beramal cetak kitab "Melawat ke Alam Neraka" sebanyak 1000 buku untuk menyadarkan umat, maka dosanya akan terkurangi, jika tidak, kelak hukuman nerakalah yang akan ia dapatkan. Kini giliran roh dosa kedua, cepat laporkan dosa dan kejahatan apa saja yang kau lakukan seumur hidup, jika tidak, maka kau takkan mendapat pengampunan dari hukuman keras.
RohDosa 2 : Tak kepalang sakitnya, sampai sulit dikatakan, hanya karena semasa hidup ada sekilas niat yang keliru, sehingga melakukan dosa yang amat besar, penderitaan saya tak habisnya. Mohon Buddha Hidup Ci Kung sudi menolong saya!
CiHoet : Semasa hidup banyak bercabul, masih tak terjerat hukum dan seenaknya saja, kini mendapat balasan yang malang, dari mana saya bisa mengampuni dosamu? Lebih baik pasrah sajalah!
RohDosa 2 : Sungguh tragis nasibku, kalau Buddha Ci Kung tak mau menolong, sayapun tak bisa apa-apa, hanya bisa mengaku kesalahan yang dahulu. Semasa hidup saya menjadi sopir taksi, karena tak mendapat pendidikan yang baik, membuat prilaku jadi tak karuan, main judi, main perempuan, dan minum-minum, semua tak ketinggalan, apalagi dalam hal main cabul. Di dalam mobil, saya sediakan kaset percakapan porno, jika ada penumpang perempuan sendirian naik taksi, maka kaset itu saya stel, saya memang sengaja mau menggoda dan merangsang. Saya memang mendapat makian orang sebagai "Hantu asusila", "Setan porno", tetapi saya malah merasa senang melihat nasib sial orang, sama sekali tak merasa malu. Pernah pada suatu malam, saya mendapat penumpang seorang gadis, wajahnya cantik sekali, mendadak nafsu birahi saya bangkit, saya segera memutar kaset porno, lalu tancap gas, membawanya ke tempat terpencil, saya mengancamnya dengan pisau lalu saya perkosa. Hal ini telah saya lakukan sebanyak tiga kali. Lima tahun yang lalu, saat menyalib kendaraan, terjadilah tabrakan, sayapun mati dalam kecelakaan tersebut. Seketikan itu juga diborgol dan dikawal oleh si Kepala Sapi dan Tampang Kuda menuju ke neraka. Setelah diperiksa di beberapa Astana, akhirnya dibawa ke Astana kelima, dan mendapat hukuman masuk "Neraka Congkel Hati" selama 30 tahun lamanya tiap hari saya disiksa, ingin menyesalpun sudah terlambat. Berharap pada Saudara Yang Sheng sepulang ke alam dunia menyampaikan pesanku pada umat di dunia, perbuatan apa saja yang pernah dilakukan semasa hidup, setelah meninggal akan diadakan perhitungan satu persatu secara jelas, takkan bisa luput dari hukuman, kini saya hanya bisa menyesali kedangkalan pengetahuan saya, sehingga membuat dosa besar.
Pejabat : Roh ini sungguh besar dosanya, usianya dipotong 10 tahun, lebih awal ditarik ke dalam kekuasaan neraka, untuk menumpas kelakuan jahatnya. Kelak setelah selesai menjalani hukuman di neraka kami, akan dimasukkan ke dalam neraka Abagi, selamanya takkan bisa terangkat untuk dilahirkan kembali. Umat di dunia hendaknya bisa menjadikan pelajaran ini sebagai sebuah cermin. percabulan merupakan kejahatan yang terutama, setiap hubungan yang ilegal, atau kejahatan memperkosa wanita dan memutar kaset porno dalam kendaraan, takkan mendapat ampunan dari hukum neraka, jika tak waspada pada tingkah laku dirinya, di kemudian hari kelak takkan dapat tertolong.
CiHoet : Dibandingkan dengan hukuman lain, hukuman "Congkel Hati" jauh lebih menderita beribu kali, umat di dunia jangan sampai melakukan hal-hal yang "mengelabui hati" nya, jika tidak, saat pembalasan sudah di ambang pintu, mau menyesal takkan keburu.
21 September 2009
Melawat Kembali ke Sub Seksi Neraka Congkel Hati
Artikel ini sebenarnya saya sadur dari Buku Melawat Ke Alam Neraka, hasil terjemahan dari kitab “Ti Yi You Ci”. Dan saya persingkat, karena kitab ini sangat tebal. Saya hanya mengambil inti-intinya saja. Kitab ini dibuat atas titah Yang Maha Mulia Giok Hong Tai Tee (Kaisar Jade, Penguasa Tertinggi Centra Langit). Mungkin di antara para pembaca ada yang tidak percaya adanya hal ini. Tetapi saya hanya berharap Anda semua memikirkannya, agar kita tidak terperosok ke Alam Neraka, jika ternyata hal ini benar-benar ada. Saya hanya ingin membagi apa yang telah saya baca. Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada Team Penterjemah Ci Hua Thang, Yayasan Dharma Abadi Semarang. Kepada Para Buddha dan Bodhisatava, serta Para Dewa dan Roh Suci. Kitab ini berisi perjalanan Mediator Utama yang memegang Pena Sakral bernama Yang Sheng dengan dibimbing oleh Budha Hidup Ci Kung ke Alam Neraka. Tujuan dari pembuatan kitab ini adalah untuk mengingatkan manusia akan keadaan neraka, agar manusia bisa mempunyai gambaran tentang tragisnya keadaan arwah berdosa di alam neraka, dan akhirnya menjadi sadar. Semoga artikel ini berguna untuk kita semua. Saya mohon maaf jika ada kesalahan dalam menyadur.
Babak ke 33
Melawat Kembali ke Sub Seksi Neraka Congkel Hati
"Rasa cemburu terhadap kepintaran orang lain sering timbul karena diri sendiri tidak memiliki kemampuan, Sehingga menggunakan siasat jahat untuk memfitnah orang, perbuatan jahat dan sewenang-wenang pada akhirnya pasti terbalas, Untuk mengetahui pembalasannya cobalah dengar suara jeritan di Neraka congkel hati."
Di dunia ada semacam orang dimana dirinya tak mempunyai kepandaian apa-apa, namun jika melihat kebolehan orang lain ditampilkan, timbul hati cemburu, secara diam-diam mengeluarkan siasat jahatnya, menyebar dan memancing gossip atau mengungkap kejelekan orang. Ada pula orang yang membina jalan keTuhanan namun berlainan dengan kepercayaan yang dianut lalu mengeluarkan kata-kata fitnahan, orang seperti itu akan terperosok masuk "Neraka Congkel Hati", untuk dipotong dan dibuang hati cemburunya dan hati yang suka bikin gossip itu.
Hukuman di neraka sungguh menakutkan, sejak mulai dari Astana pertama, yang disaksikan adalah pandangan yang seram dan mengerikan, apalagi hukuman bedah hati, sungguh lebih tragis dan mengenaskan.
Hati merupakan penguasa manusia, hukuman "Congkel Hati" memang paling sakit, tiada yang lebih sakit dari hukuman ini, begitu hati terluka, maka seluruh anggota badan akan terguncang, sakitnya sungguh tak terlukiskan dengan kata-kata.
Tiga roh dilepaskan dan dibawa keluar penjara, agar mereka mengaku sendiri. Pengakuannya akan berguna untuk menyadarkan umat. Untuk memulihkan roh dosa ke asalnya, dikipasi dengan kipas pemulih roh.
RohDosa 1 : Semasa masih hidup, saya bekerja di sebuah instansi pemerintah. Karena saya sendiri tak punya prestasi apa-apa, melihat teman sekantor naik pangkat, lalu timbul rasa iri di hatiku yang jahat. Dalam hati saya menggerutu pada manager "tidak adil dan pilih kasih," akhirnya jadi dendam. Saya selalu menggunakan kesempatan membuat laporan palsu kemudian saya adukan kepada atasan, mengatakan si Anu menggunakan alasan palsu untuk bolos, melakukan tindak korupsi dan lain sebagainya, dengan tujuan mencelakakan orang lain. Hanya karena itu, empat tahun yang lalu saya terjangkit penyakit kanker lever dan akhirnya meninggal. Petugas neraka si Hitam dan si Putih membawa saya masuk neraka, dikawal sampai di hadapan Panggung Cermin Dosa, tertampak dosa saya semaas hidup yang mengerjai dan mencelakakan teman sekantor. Saya lalu diserahkan ke Astana kelima untuk diadili, Yam Ong marah besar, mencela diri sendiri tak punya kepandaian tetapi tak tahu diri, malah iri dengan orang yang punya kepandaian, lalu mencari akal mencelakakan orang, hatinya amat jahat. Akhirnya saya dikirim ke sini untuk menerima hukuman. Siang malam dadaku dibedah dan hatiku dipotong oleh prajurit neraka, tak kepalang tanggung sakitnya, semasa hidup tak percaya akan pembalasan karma, sesudah mati deritanya tak terkatakan lagi.
CiHoet : Rasa iri hati terhadap kepandaian orang tak boleh dimiliki, kau merusak kekompakan organisasi, menjadi biang kerok dalam kelompok, sungguh tercela. Orang yang awam semestinya banyak belajar dari kepandaian orang lain, serta menghargainya, dengan demikian setiap hari akan semakin bertambah pengetahuannya, kalau tidak, hatinya perlu dibedah, maka akan seperti roh dosa ini.
RohDosa 2 : Semasa hidup sebagai penganut agama Buddha, saya membina diri dalam rumah tangga sebagai Upasaka, saya banyak membaca sutra Buddha, saya pikir selain ajaran Sang Buddha semua adalah ajaran sesat dan pembimbing sesat. Setiap kalo bertemu dengan orang yang menganut kepercayaan lain, saya selalu memandang rendah. Jika bertemu dengan seorang penganut Taoisme, saya selalu berkata kepadanya " "Apa yang Anda sembah itu tak lain adalah para dewa dan setan dari aliran sampingan yang rendah derajatnya, kelak Anda takkan bisa terangkat naik ke atas (surga)". Ada juga orang yang memberi saya kitab-kitab suci yang ditulis oleh Roh Suci pada Vihara Perguruan Roh Suci, sayapun tak sudi melihatnya, seraya berkata ""Itu praktek kerasukan setan, pena sakral itupun palsu, jangan percaya pada ajaran sesat gituan!" semasa hidup hanya berusaha sebisanya mengumpat, mencemarkan dan memburuk-burukkan kepercayaan agama lain, mengira dirinya telah memahami ajaran Buddha yang tiada taranya, siapa tahu setelah meninggal tak mendapatkan jalan yang menuju Surga di sebelah Barat, tetapi malah langsung menuju neraka, sewaktu meninggal tak menjumpai Para Suci dan Dewa yang menjemput dan membimbing saya pulang, tetapi malah didatangi dua utusan neraka yang menggiring saya masuk ke Neraka, dan diantar sampai ke Astana kelima, Yam Ong tak senang hati, saya dihardiknya : "Kau adalah pengkhianat Sang Buddha, sedikit rasa welas asihpun tak ada, meski berpantang, namun batinnya masih menyimpan rasa dengki, mengumpat agama lain secara ngawur, tak insaf akan sifat kesetaraan Buddha Dhamma. Setiap perguruan memiliki Jalannya sendiri, dan setiap Jalan ada kebenarannya tersendiri, alakan membina dan memupuk amal kebajikan, tak melanggar aturan dan melakukan kejahatan, semuanya adalah ajaran yang benar, kau pikir ilmu Buddha Dhamma tak terhingga batasnya, namun siapa kira ajaran agama lainpun memiliki "kesaktian yang luar biasa", lalu apa gunanya menampar mulut orang dan menganggap diri lebih cakap?". Saya menyesal semasa hidup bersikukuh dan berprasangka, bersikap angkuh dan sok percaya diri, hanyut dalam keakuan sendiri, sehingga timbul hati mengumpat, metodenya, keTuhanan nya, ajarannya, semua diumpat, watak keBudhaannya sudah holang, sehingga mengalami nasib seperti ini! Saya menitip pesan pada teman-teman seDharma, janganlah maniru perbuatan saya, sehingga sia-sialah jerih payah semasa hidup.
CiHoet : Sayang sekali engkau membicarakan ajaran Buddha Dhamma tetapi menutup watak keBudhaanmu sendiri, hati seperti itu tak saja perlu dibedah, kelak di kemudian hari masih harus menanggung derita di "Neraka Cabut Lidah".
RohDosa 3: Saya menjadi Medium Utama pada salah satu Vihara Perguruan Roh Suci, mula-mula saya serius dalam melaksanakan tugas penegakan medium dan pembeberan ajaran Roh Suci, pengontakan dengan para Suci sangat tanggap, belakang hari karena ketua Vihara tiada perhatian terhadap saya, lalu saya berpikir, setiap kali ada acara, saya begitu mengabdi dengan susah payah, rasanya tak ada gunanya, maka pupuslah semangat saya, lalu saya berkata pada para siswa medium : "Kegiatan penegakan medium merupakan rekayasa manusia belaka, kalian jangan percaya". Para siswa medium mendengar kata-kata saya lalu hilang keyakinannya, sejak itu tak lagi datang ke Vihara membina diri dan berguru pada Roh Suci, sayapun meninggalkan Vihara tak lagi menjadi Medium. Selang tujuh tahunm saya jatuh sakit dan akhirnya meninggal, roh saya dikawal utusan neraka dan dibawa sampai Astana kelima, Yam Ong marah, celanya : "Kau menjadi Medium Utama mseki tiada mendapat perhatian dari pihak Vihara, namun tak pada tempatnya mengumpat Roh Suci, kau telah melakukan kesalahan besar, harus dihukum masuk "Neraka Congkel Hati" selama 15 tahun, sebagai ganjaran terhadap "Hati yang mengumpat para Suci", di kemudian hari masih diserahkan ke neraka lain untuk dihukum lagi. "Kini ingin menyesalpun sudah terlambat, mohon Buddha Ci Kung mintakan belas kasihan untuk saya.
CiHoet : Persinggahan Roh Suci mewakili para Suci, umat di dunia sekali-kali tak boleh mengumpatnya, kalau sampai melanggar, dosanya takkan terampuni. Kemunculan Kegiatan Penegakan Medium untuk menyadarkan umat adalah berdasarkan kebutuhan zaman, agar umat bisa terlintaskan secara merata, itupun harus ada Titah dari Kaisar Giok Tee, barulah bisa membuka Vihara dan membeberkan ajaran. Orang yang mengumpat berarti telah melecehkan Yang Dimuliakan di atas surga, dosanya sungguh tak ringan.
Babak ke 33
Melawat Kembali ke Sub Seksi Neraka Congkel Hati
"Rasa cemburu terhadap kepintaran orang lain sering timbul karena diri sendiri tidak memiliki kemampuan, Sehingga menggunakan siasat jahat untuk memfitnah orang, perbuatan jahat dan sewenang-wenang pada akhirnya pasti terbalas, Untuk mengetahui pembalasannya cobalah dengar suara jeritan di Neraka congkel hati."
Di dunia ada semacam orang dimana dirinya tak mempunyai kepandaian apa-apa, namun jika melihat kebolehan orang lain ditampilkan, timbul hati cemburu, secara diam-diam mengeluarkan siasat jahatnya, menyebar dan memancing gossip atau mengungkap kejelekan orang. Ada pula orang yang membina jalan keTuhanan namun berlainan dengan kepercayaan yang dianut lalu mengeluarkan kata-kata fitnahan, orang seperti itu akan terperosok masuk "Neraka Congkel Hati", untuk dipotong dan dibuang hati cemburunya dan hati yang suka bikin gossip itu.
Hukuman di neraka sungguh menakutkan, sejak mulai dari Astana pertama, yang disaksikan adalah pandangan yang seram dan mengerikan, apalagi hukuman bedah hati, sungguh lebih tragis dan mengenaskan.
Hati merupakan penguasa manusia, hukuman "Congkel Hati" memang paling sakit, tiada yang lebih sakit dari hukuman ini, begitu hati terluka, maka seluruh anggota badan akan terguncang, sakitnya sungguh tak terlukiskan dengan kata-kata.
Tiga roh dilepaskan dan dibawa keluar penjara, agar mereka mengaku sendiri. Pengakuannya akan berguna untuk menyadarkan umat. Untuk memulihkan roh dosa ke asalnya, dikipasi dengan kipas pemulih roh.
RohDosa 1 : Semasa masih hidup, saya bekerja di sebuah instansi pemerintah. Karena saya sendiri tak punya prestasi apa-apa, melihat teman sekantor naik pangkat, lalu timbul rasa iri di hatiku yang jahat. Dalam hati saya menggerutu pada manager "tidak adil dan pilih kasih," akhirnya jadi dendam. Saya selalu menggunakan kesempatan membuat laporan palsu kemudian saya adukan kepada atasan, mengatakan si Anu menggunakan alasan palsu untuk bolos, melakukan tindak korupsi dan lain sebagainya, dengan tujuan mencelakakan orang lain. Hanya karena itu, empat tahun yang lalu saya terjangkit penyakit kanker lever dan akhirnya meninggal. Petugas neraka si Hitam dan si Putih membawa saya masuk neraka, dikawal sampai di hadapan Panggung Cermin Dosa, tertampak dosa saya semaas hidup yang mengerjai dan mencelakakan teman sekantor. Saya lalu diserahkan ke Astana kelima untuk diadili, Yam Ong marah besar, mencela diri sendiri tak punya kepandaian tetapi tak tahu diri, malah iri dengan orang yang punya kepandaian, lalu mencari akal mencelakakan orang, hatinya amat jahat. Akhirnya saya dikirim ke sini untuk menerima hukuman. Siang malam dadaku dibedah dan hatiku dipotong oleh prajurit neraka, tak kepalang tanggung sakitnya, semasa hidup tak percaya akan pembalasan karma, sesudah mati deritanya tak terkatakan lagi.
CiHoet : Rasa iri hati terhadap kepandaian orang tak boleh dimiliki, kau merusak kekompakan organisasi, menjadi biang kerok dalam kelompok, sungguh tercela. Orang yang awam semestinya banyak belajar dari kepandaian orang lain, serta menghargainya, dengan demikian setiap hari akan semakin bertambah pengetahuannya, kalau tidak, hatinya perlu dibedah, maka akan seperti roh dosa ini.
RohDosa 2 : Semasa hidup sebagai penganut agama Buddha, saya membina diri dalam rumah tangga sebagai Upasaka, saya banyak membaca sutra Buddha, saya pikir selain ajaran Sang Buddha semua adalah ajaran sesat dan pembimbing sesat. Setiap kalo bertemu dengan orang yang menganut kepercayaan lain, saya selalu memandang rendah. Jika bertemu dengan seorang penganut Taoisme, saya selalu berkata kepadanya " "Apa yang Anda sembah itu tak lain adalah para dewa dan setan dari aliran sampingan yang rendah derajatnya, kelak Anda takkan bisa terangkat naik ke atas (surga)". Ada juga orang yang memberi saya kitab-kitab suci yang ditulis oleh Roh Suci pada Vihara Perguruan Roh Suci, sayapun tak sudi melihatnya, seraya berkata ""Itu praktek kerasukan setan, pena sakral itupun palsu, jangan percaya pada ajaran sesat gituan!" semasa hidup hanya berusaha sebisanya mengumpat, mencemarkan dan memburuk-burukkan kepercayaan agama lain, mengira dirinya telah memahami ajaran Buddha yang tiada taranya, siapa tahu setelah meninggal tak mendapatkan jalan yang menuju Surga di sebelah Barat, tetapi malah langsung menuju neraka, sewaktu meninggal tak menjumpai Para Suci dan Dewa yang menjemput dan membimbing saya pulang, tetapi malah didatangi dua utusan neraka yang menggiring saya masuk ke Neraka, dan diantar sampai ke Astana kelima, Yam Ong tak senang hati, saya dihardiknya : "Kau adalah pengkhianat Sang Buddha, sedikit rasa welas asihpun tak ada, meski berpantang, namun batinnya masih menyimpan rasa dengki, mengumpat agama lain secara ngawur, tak insaf akan sifat kesetaraan Buddha Dhamma. Setiap perguruan memiliki Jalannya sendiri, dan setiap Jalan ada kebenarannya tersendiri, alakan membina dan memupuk amal kebajikan, tak melanggar aturan dan melakukan kejahatan, semuanya adalah ajaran yang benar, kau pikir ilmu Buddha Dhamma tak terhingga batasnya, namun siapa kira ajaran agama lainpun memiliki "kesaktian yang luar biasa", lalu apa gunanya menampar mulut orang dan menganggap diri lebih cakap?". Saya menyesal semasa hidup bersikukuh dan berprasangka, bersikap angkuh dan sok percaya diri, hanyut dalam keakuan sendiri, sehingga timbul hati mengumpat, metodenya, keTuhanan nya, ajarannya, semua diumpat, watak keBudhaannya sudah holang, sehingga mengalami nasib seperti ini! Saya menitip pesan pada teman-teman seDharma, janganlah maniru perbuatan saya, sehingga sia-sialah jerih payah semasa hidup.
CiHoet : Sayang sekali engkau membicarakan ajaran Buddha Dhamma tetapi menutup watak keBudhaanmu sendiri, hati seperti itu tak saja perlu dibedah, kelak di kemudian hari masih harus menanggung derita di "Neraka Cabut Lidah".
RohDosa 3: Saya menjadi Medium Utama pada salah satu Vihara Perguruan Roh Suci, mula-mula saya serius dalam melaksanakan tugas penegakan medium dan pembeberan ajaran Roh Suci, pengontakan dengan para Suci sangat tanggap, belakang hari karena ketua Vihara tiada perhatian terhadap saya, lalu saya berpikir, setiap kali ada acara, saya begitu mengabdi dengan susah payah, rasanya tak ada gunanya, maka pupuslah semangat saya, lalu saya berkata pada para siswa medium : "Kegiatan penegakan medium merupakan rekayasa manusia belaka, kalian jangan percaya". Para siswa medium mendengar kata-kata saya lalu hilang keyakinannya, sejak itu tak lagi datang ke Vihara membina diri dan berguru pada Roh Suci, sayapun meninggalkan Vihara tak lagi menjadi Medium. Selang tujuh tahunm saya jatuh sakit dan akhirnya meninggal, roh saya dikawal utusan neraka dan dibawa sampai Astana kelima, Yam Ong marah, celanya : "Kau menjadi Medium Utama mseki tiada mendapat perhatian dari pihak Vihara, namun tak pada tempatnya mengumpat Roh Suci, kau telah melakukan kesalahan besar, harus dihukum masuk "Neraka Congkel Hati" selama 15 tahun, sebagai ganjaran terhadap "Hati yang mengumpat para Suci", di kemudian hari masih diserahkan ke neraka lain untuk dihukum lagi. "Kini ingin menyesalpun sudah terlambat, mohon Buddha Ci Kung mintakan belas kasihan untuk saya.
CiHoet : Persinggahan Roh Suci mewakili para Suci, umat di dunia sekali-kali tak boleh mengumpatnya, kalau sampai melanggar, dosanya takkan terampuni. Kemunculan Kegiatan Penegakan Medium untuk menyadarkan umat adalah berdasarkan kebutuhan zaman, agar umat bisa terlintaskan secara merata, itupun harus ada Titah dari Kaisar Giok Tee, barulah bisa membuka Vihara dan membeberkan ajaran. Orang yang mengumpat berarti telah melecehkan Yang Dimuliakan di atas surga, dosanya sungguh tak ringan.
Melawat ke Sub Seksi Congkel Hati
Artikel ini sebenarnya saya sadur dari Buku Melawat Ke Alam Neraka, hasil terjemahan dari kitab “Ti Yi You Ci”. Dan saya persingkat, karena kitab ini sangat tebal. Saya hanya mengambil inti-intinya saja. Kitab ini dibuat atas titah Yang Maha Mulia Giok Hong Tai Tee (Kaisar Jade, Penguasa Tertinggi Centra Langit). Mungkin di antara para pembaca ada yang tidak percaya adanya hal ini. Tetapi saya hanya berharap Anda semua memikirkannya, agar kita tidak terperosok ke Alam Neraka, jika ternyata hal ini benar-benar ada. Saya hanya ingin membagi apa yang telah saya baca. Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada Team Penterjemah Ci Hua Thang, Yayasan Dharma Abadi Semarang. Kepada Para Buddha dan Bodhisatava, serta Para Dewa dan Roh Suci. Kitab ini berisi perjalanan Mediator Utama yang memegang Pena Sakral bernama Yang Sheng dengan dibimbing oleh Budha Hidup Ci Kung ke Alam Neraka.
Tujuan dari pembuatan kitab ini adalah untuk mengingatkan manusia akan keadaan neraka, agar manusia bisa mempunyai gambaran tentang tragisnya keadaan arwah berdosa di alam neraka, dan akhirnya menjadi sadar.
Semoga artikel ini berguna untuk kita semua. Saya mohon maaf jika ada kesalahan dalam menyadur.
Babak ke 32
Melawat ke Sub Seksi Neraka Congkel Hati
"Sungguh menyedihkan prilaku yang melecehkan Malaikat dan ingkar akan leluhurnya, Sedangkan pemujaan pada sesuatu yang berasal dari luar negeri dan ingkar pada sesuatu yang berasal dari diri kita sendiri dapat dikatakan sebagai orang yang sudah kehilangan Budi Utamanya. Padahal paham moralitas dari Tiongkok telah diwariskan turun temurun secara berkesinambungan hingga ribuan tahun, Ini jelas merupakan jasa dan karya besar dari para budayawan terkemuka."
Kebudayaan moralitas Tiongkok sebenarnya merupakan kristalisasi dari saripati langit dan bumi, sehingga sekalipun telah mengalami masa waktu yang lama tetap saja terasa seperti masih baru, sampai sepuluh ribu tahunpun takkan terputuskan. Patut disayangkan sekali karena hati manusia cenderung menjunjung tinggi realitas dan mengejar materi, sehingga memandang rendah kebudayaan milik bangsa kita sendiri, dan malah memprakarsai westernisasi (kebarat-baratan) secara keseluruhan. Kedai miras (minuman keras) dagingpun menjamur, praktek prostitusi dan kebrutalanpun mewabah dalam masyarakat. Golongan orang yang mengabaikan kebudayaan sendiri itu hanya memuja segala sesuatu yang berasal dari luar negeri tetapi malah ingkar terhadap sesuatu yang berasal dari bangsa kita sendiri. Kita sungguh malu menjadi keturunan Kaisar termulia Yen Ti dan Huang Ti yang telah memiliki latar belakang sejarah 5000 tahun lamanya. Apalagi akhir-akhir ini pengetahuan dan tekhnologi mengalami kemajuan yang pesat. Dikiranya manusia bisa mengungguli Yang Di Atas, tetapi mereka tak sadar apa yang telah dicapai oleh manusia ibarat setetes air di samudra raya, sekalipun memiliki tehnologi canggih, tak lain hanyalah ibarat riak kecil dalam samudra. Dengan tekhnologi maju malah merusak lingkungan dan alam, bahkan dikatakan bisa mengungguli Yang Di Atas, ini jelas merupakan sinisme yang pada akhirnya hanya akan menuari malapetaka sendiri. Jika manusia meninggalkan alam ini, maka kehidupannya akan menjadi abnormal. Inilah yang patut direnungkan oleh orang yang manusiawi.
Di depan "16 Sub Seksi Neraka Congkel Hati" sudah terdengar suara jeritan yang mengerikan. Hati para umat sudah berubah, sehingga sesampainya di Neraka mau tak mau hatinya harus dicongkel untuk diobati.
Dari dalam penjara tampak para setan gundul. Semuanya dengan menggunakan pisau membedah dada roh dosa, langsung mencongkel hatinya, layaknya menyembelih babi, dan mencongkel hatinya. Para roh dosa dalam keadaan terikat di tiang kayu, lalu dadanya dibedah, hanya terdengar sekali jeritan, sudah langsung pingsan. Sebenarnya dosa apakah yang mereka lakukan?
Perwira menyiramkan roh dosa itu dengan Air Pemulih Roh, sungguh ajaib, begitu diguyur, dada masing-masing roh dosa kembali utuh, orangnya siuman lagi.
Dikeluarkan beberapa roh dosa untuk mengatakan sendiri dosa mereka.
Roh Dosa : Siap! Mohon Yam Ong bisa meringankan dosa saya, bolehkan?
Yam Ong : Kau ceritakan dahulu, nanti saya pertimbangkan.
Roh Dosa : Baiklah. Semasa hidup. Saya mengenyam pendidikan sampai perguruan tinggi. Karena pikiran saya dipengaruhi oleh paham pembaharuan, saya terbius oleh paham pembaharuan, saya terbius oleh Westernisasi. Di dalam kampus ada seorang dosen yang beragama Kristen, ia menasehati saya masuk agamanya, selain bisa memperdalam bahasa Inggris, masih ada kesempatan untuk ke luar negeri. Saya pikir demi masa depan, cara itu bisa merupakan salah satu jalan keluar yang baik, saya lalu menurutinya. Semenjak itu, setiap ada waktu saya lalu pergi ke Gereja mendengarkan kotbah pendeta dan belajar bahasa Inggris. Setiap umat mengenakan pakaian yang sesuai dengan trend modern, oleh karena itu penganutnya kebanyakan dari golongan muda mudi. Tidak saja saya bisa menimba ilmu, bahkan masih bisa berkenalan dengan teman-teman, lagi pula seringa mengadakan kegiatan, sungguh merupakan semacam Organisasi Kepemudaan. Setelah dibaptis, dalam hati saya berpikir, adat kepercayaan di kampung halaman yang menyembah Dewa dan Buddha sudah tak sesuai dengan arus zaman, semuanya itu adalah menyembah berhala, kepercayaan yang sesat. Suatu ketika bertepatan dengan liburan musim panas, saya pulang ke kampung halaman dan bertekad ingin merubah kepercayaan keluargaku. Mula-mula saya berusaha mempengaruhi ayah dan ibu, agar cepar-cepat meninggalkan penyembahan berhala, tetapi ayah dan ibu terlalu bersikukuh, bagaimana pun juga tak mau menerimanya. Seketika itu sayapun marah, lalu mengambil papan nama arwah leluhur yang berada di atas meja sembahyangan leluhur dan membuangnya ke lantai. Melihat tindakan saya, ayah dan ibu tak kepalang marahnya, lalu menghantam saya dengan kursi. Saya mendapat pukulan batin atas kejadian itu, semenjak itu saya tak pernah pulang rumah lagi. Setelah lulus kuliah, saya ikut sang pendeta pergi berkotbah kemana-mana dan menetap di dalam gereja. Pada suatu ketika, dalam sebuah tragedi musibah kecelakaan kendaraan, sayapun tewas. Pada saat meninggal, ternyata Sang Juru Selamat Jesus Kristus tak datang menjemput saya dengan kebanggaanNya untuk pulang ke Surga, malah dikawal oleh dua setan jahat sampai ke Neraka, dan diadili oleh Yam Ong, akhirnya dihukum masuk ke penjara "Neraka Congkel Hati". Mohon Yam Ong mengampuni dosa saya.
Yam Ong : Kepercayaan terhadap agama sebenarnya tak terbatas oleh wilayah, agama apa saja boleh dianut, tetapi kau lupa daratan, sampai-sampai merusak papan nama arwah leluhur. Kalau cara kau menganut agama semacam ini, bagaimana bisa mengajar umat supaya ingat akan sumbernya? Ibarat minum air tak lupa akan sumbernya? Meski para penyebar injil mengatakan jangan menyembah terhadap "sesuatu yang berhala", tetapi kau tidak menyadari akan Hakekat Kebenaran, bahwa keyakinan terhadap Salib, kitab Injil dan Pendeta juga sama halnya merupakan "Sesuatu yang berhala", mengapa kau juga menganutnya? Apa yang dimaksud dengan "Menyingkirkan sesuatu yang berhala", ialah menyuruh engkau memandang kosong semua wujud palsu yang ada di dunia, jangan bernafsu serakah terhadap kesenangan lahiriah, sebaliknya justru perlu untuk mengisi kekosongan batin. "Tidak menyembah yang berhala", artinya menjunjung kepercayaan spiritual, untuk mencapai hidup yang kekal. Ternyata engkau telah menyalah-artikan makna ini, dengan merusak papan nama arwah leluhur. Maka alur budi dari leluhur terputus. Coba saya ingin tanya, dari manakah kau dapatkan badanmu ini? Apa nama margamu? Apa yang kita dapatkan, semuanya adalah pemberian leluhur kita, di atas langit adalah "Tuhan Yang Besar", sedangkan leluhur adalah "Tuhan yang kecil". Prilaku engkau lupa akan akarnya dan melecehkan leluhur, sebenarnya bukan maksud tujuan Tuhan, maka kau tak diterimaNya masuk Surga dan terpaksa terperosok masuk Neraka. Karena kau telah mengaku dengan jujur, maka kau mendapat keringanan masa hukuman dua bulan. Sesudah selesai menjalani masa hukuman, akan dititiskan kembali ke dalam Enam Jalur Tumimbal Lahir.
Tujuan utama menganut suatu agama adalah membina hati, pikiran dan rohani, bukannya malah khawatir akan sesuatu dan mencari susah diri sendiri, saling memboikot, menganggap kepercayaan yang dianutnya yang paling benar. Hukum Langit sudah ada ketetapan : "barang siapa yang menyalahkan agama orang lain dan membenarkan agamanya sendiri, berarti sudah timbul hati yang membeda-bedakan. Bila hati yang welas asih dan kasih universal sudah hilang, maka takkan bisa mencapai kesempurnaan jiwa, berarti para Nabi dan para Suci, para Dewa bisa timbul perselisihan dan gesekan, Surgapun akan menjadi medan perang. Mana bisa disebut Alam Surga yang penuh suka cita, damai dan tenang?
Tujuan dari pembuatan kitab ini adalah untuk mengingatkan manusia akan keadaan neraka, agar manusia bisa mempunyai gambaran tentang tragisnya keadaan arwah berdosa di alam neraka, dan akhirnya menjadi sadar.
Semoga artikel ini berguna untuk kita semua. Saya mohon maaf jika ada kesalahan dalam menyadur.
Babak ke 32
Melawat ke Sub Seksi Neraka Congkel Hati
"Sungguh menyedihkan prilaku yang melecehkan Malaikat dan ingkar akan leluhurnya, Sedangkan pemujaan pada sesuatu yang berasal dari luar negeri dan ingkar pada sesuatu yang berasal dari diri kita sendiri dapat dikatakan sebagai orang yang sudah kehilangan Budi Utamanya. Padahal paham moralitas dari Tiongkok telah diwariskan turun temurun secara berkesinambungan hingga ribuan tahun, Ini jelas merupakan jasa dan karya besar dari para budayawan terkemuka."
Kebudayaan moralitas Tiongkok sebenarnya merupakan kristalisasi dari saripati langit dan bumi, sehingga sekalipun telah mengalami masa waktu yang lama tetap saja terasa seperti masih baru, sampai sepuluh ribu tahunpun takkan terputuskan. Patut disayangkan sekali karena hati manusia cenderung menjunjung tinggi realitas dan mengejar materi, sehingga memandang rendah kebudayaan milik bangsa kita sendiri, dan malah memprakarsai westernisasi (kebarat-baratan) secara keseluruhan. Kedai miras (minuman keras) dagingpun menjamur, praktek prostitusi dan kebrutalanpun mewabah dalam masyarakat. Golongan orang yang mengabaikan kebudayaan sendiri itu hanya memuja segala sesuatu yang berasal dari luar negeri tetapi malah ingkar terhadap sesuatu yang berasal dari bangsa kita sendiri. Kita sungguh malu menjadi keturunan Kaisar termulia Yen Ti dan Huang Ti yang telah memiliki latar belakang sejarah 5000 tahun lamanya. Apalagi akhir-akhir ini pengetahuan dan tekhnologi mengalami kemajuan yang pesat. Dikiranya manusia bisa mengungguli Yang Di Atas, tetapi mereka tak sadar apa yang telah dicapai oleh manusia ibarat setetes air di samudra raya, sekalipun memiliki tehnologi canggih, tak lain hanyalah ibarat riak kecil dalam samudra. Dengan tekhnologi maju malah merusak lingkungan dan alam, bahkan dikatakan bisa mengungguli Yang Di Atas, ini jelas merupakan sinisme yang pada akhirnya hanya akan menuari malapetaka sendiri. Jika manusia meninggalkan alam ini, maka kehidupannya akan menjadi abnormal. Inilah yang patut direnungkan oleh orang yang manusiawi.
Di depan "16 Sub Seksi Neraka Congkel Hati" sudah terdengar suara jeritan yang mengerikan. Hati para umat sudah berubah, sehingga sesampainya di Neraka mau tak mau hatinya harus dicongkel untuk diobati.
Dari dalam penjara tampak para setan gundul. Semuanya dengan menggunakan pisau membedah dada roh dosa, langsung mencongkel hatinya, layaknya menyembelih babi, dan mencongkel hatinya. Para roh dosa dalam keadaan terikat di tiang kayu, lalu dadanya dibedah, hanya terdengar sekali jeritan, sudah langsung pingsan. Sebenarnya dosa apakah yang mereka lakukan?
Perwira menyiramkan roh dosa itu dengan Air Pemulih Roh, sungguh ajaib, begitu diguyur, dada masing-masing roh dosa kembali utuh, orangnya siuman lagi.
Dikeluarkan beberapa roh dosa untuk mengatakan sendiri dosa mereka.
Roh Dosa : Siap! Mohon Yam Ong bisa meringankan dosa saya, bolehkan?
Yam Ong : Kau ceritakan dahulu, nanti saya pertimbangkan.
Roh Dosa : Baiklah. Semasa hidup. Saya mengenyam pendidikan sampai perguruan tinggi. Karena pikiran saya dipengaruhi oleh paham pembaharuan, saya terbius oleh paham pembaharuan, saya terbius oleh Westernisasi. Di dalam kampus ada seorang dosen yang beragama Kristen, ia menasehati saya masuk agamanya, selain bisa memperdalam bahasa Inggris, masih ada kesempatan untuk ke luar negeri. Saya pikir demi masa depan, cara itu bisa merupakan salah satu jalan keluar yang baik, saya lalu menurutinya. Semenjak itu, setiap ada waktu saya lalu pergi ke Gereja mendengarkan kotbah pendeta dan belajar bahasa Inggris. Setiap umat mengenakan pakaian yang sesuai dengan trend modern, oleh karena itu penganutnya kebanyakan dari golongan muda mudi. Tidak saja saya bisa menimba ilmu, bahkan masih bisa berkenalan dengan teman-teman, lagi pula seringa mengadakan kegiatan, sungguh merupakan semacam Organisasi Kepemudaan. Setelah dibaptis, dalam hati saya berpikir, adat kepercayaan di kampung halaman yang menyembah Dewa dan Buddha sudah tak sesuai dengan arus zaman, semuanya itu adalah menyembah berhala, kepercayaan yang sesat. Suatu ketika bertepatan dengan liburan musim panas, saya pulang ke kampung halaman dan bertekad ingin merubah kepercayaan keluargaku. Mula-mula saya berusaha mempengaruhi ayah dan ibu, agar cepar-cepat meninggalkan penyembahan berhala, tetapi ayah dan ibu terlalu bersikukuh, bagaimana pun juga tak mau menerimanya. Seketika itu sayapun marah, lalu mengambil papan nama arwah leluhur yang berada di atas meja sembahyangan leluhur dan membuangnya ke lantai. Melihat tindakan saya, ayah dan ibu tak kepalang marahnya, lalu menghantam saya dengan kursi. Saya mendapat pukulan batin atas kejadian itu, semenjak itu saya tak pernah pulang rumah lagi. Setelah lulus kuliah, saya ikut sang pendeta pergi berkotbah kemana-mana dan menetap di dalam gereja. Pada suatu ketika, dalam sebuah tragedi musibah kecelakaan kendaraan, sayapun tewas. Pada saat meninggal, ternyata Sang Juru Selamat Jesus Kristus tak datang menjemput saya dengan kebanggaanNya untuk pulang ke Surga, malah dikawal oleh dua setan jahat sampai ke Neraka, dan diadili oleh Yam Ong, akhirnya dihukum masuk ke penjara "Neraka Congkel Hati". Mohon Yam Ong mengampuni dosa saya.
Yam Ong : Kepercayaan terhadap agama sebenarnya tak terbatas oleh wilayah, agama apa saja boleh dianut, tetapi kau lupa daratan, sampai-sampai merusak papan nama arwah leluhur. Kalau cara kau menganut agama semacam ini, bagaimana bisa mengajar umat supaya ingat akan sumbernya? Ibarat minum air tak lupa akan sumbernya? Meski para penyebar injil mengatakan jangan menyembah terhadap "sesuatu yang berhala", tetapi kau tidak menyadari akan Hakekat Kebenaran, bahwa keyakinan terhadap Salib, kitab Injil dan Pendeta juga sama halnya merupakan "Sesuatu yang berhala", mengapa kau juga menganutnya? Apa yang dimaksud dengan "Menyingkirkan sesuatu yang berhala", ialah menyuruh engkau memandang kosong semua wujud palsu yang ada di dunia, jangan bernafsu serakah terhadap kesenangan lahiriah, sebaliknya justru perlu untuk mengisi kekosongan batin. "Tidak menyembah yang berhala", artinya menjunjung kepercayaan spiritual, untuk mencapai hidup yang kekal. Ternyata engkau telah menyalah-artikan makna ini, dengan merusak papan nama arwah leluhur. Maka alur budi dari leluhur terputus. Coba saya ingin tanya, dari manakah kau dapatkan badanmu ini? Apa nama margamu? Apa yang kita dapatkan, semuanya adalah pemberian leluhur kita, di atas langit adalah "Tuhan Yang Besar", sedangkan leluhur adalah "Tuhan yang kecil". Prilaku engkau lupa akan akarnya dan melecehkan leluhur, sebenarnya bukan maksud tujuan Tuhan, maka kau tak diterimaNya masuk Surga dan terpaksa terperosok masuk Neraka. Karena kau telah mengaku dengan jujur, maka kau mendapat keringanan masa hukuman dua bulan. Sesudah selesai menjalani masa hukuman, akan dititiskan kembali ke dalam Enam Jalur Tumimbal Lahir.
Tujuan utama menganut suatu agama adalah membina hati, pikiran dan rohani, bukannya malah khawatir akan sesuatu dan mencari susah diri sendiri, saling memboikot, menganggap kepercayaan yang dianutnya yang paling benar. Hukum Langit sudah ada ketetapan : "barang siapa yang menyalahkan agama orang lain dan membenarkan agamanya sendiri, berarti sudah timbul hati yang membeda-bedakan. Bila hati yang welas asih dan kasih universal sudah hilang, maka takkan bisa mencapai kesempurnaan jiwa, berarti para Nabi dan para Suci, para Dewa bisa timbul perselisihan dan gesekan, Surgapun akan menjadi medan perang. Mana bisa disebut Alam Surga yang penuh suka cita, damai dan tenang?
Mendengar Penjelasan Yam Ong Tentang Pembedahan Hati
Artikel ini sebenarnya saya sadur dari Buku Melawat Ke Alam Neraka, hasil terjemahan dari kitab “Ti Yi You Ci”. Dan saya persingkat, karena kitab ini sangat tebal. Saya hanya mengambil inti-intinya saja. Kitab ini dibuat atas titah Yang Maha Mulia Giok Hong Tai Tee (Kaisar Jade, Penguasa Tertinggi Centra Langit). Mungkin di antara para pembaca ada yang tidak percaya adanya hal ini. Tetapi saya hanya berharap Anda semua memikirkannya, agar kita tidak terperosok ke Alam Neraka, jika ternyata hal ini benar-benar ada. Saya hanya ingin membagi apa yang telah saya baca. Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada Team Penterjemah Ci Hua Thang, Yayasan Dharma Abadi Semarang. Kepada Para Buddha dan Bodhisatava, serta Para Dewa dan Roh Suci. Kitab ini berisi perjalanan Mediator Utama yang memegang Pena Sakral bernama Yang Sheng dengan dibimbing oleh Budha Hidup Ci Kung ke Alam Neraka.
Tujuan dari pembuatan kitab ini adalah untuk mengingatkan manusia akan keadaan neraka, agar manusia bisa mempunyai gambaran tentang tragisnya keadaan arwah berdosa di alam neraka, dan akhirnya menjadi sadar.
Semoga artikel ini berguna untuk kita semua. Saya mohon maaf jika ada kesalahan dalam menyadur.
Babak ke 31
Melawat ke Astanan Kelima
Mendengar Penjelasan Yam Ong Tentang Pembedahan Hati
"Orang yang berhati jahat, keji dan busuk dihukum oleh setan
yang keji.
Segala intrik dan tipu muslihat apapun akhirnya sirna.
Raja Yam Ong berwajah besi terkesan menyeramkan,
sesudah meninggal baru tahu sewaktu di dunia salah jalan."
Di luar Astanan kedatangan arwah-arwah, masing-masing orang wajahnya sudah pucat, dan tampak sangat gelisah.
Di dunia sudah terdengar kabar, tentang keberadaan Astana Neraka yang kelima, bahwasanya Yam Ong adil, jujur dan tak bisa disuap, hukumannya keras, para roh dosa mendengar nama Yam Ong saja langsung ketakutan, maka bila sampai di sini setiap orang pasti takutnya setengah mati.
Umat di dunia telah megenal Yam Ong Astana kelima, dijabat oleh Judge Bao, ternyata memang luar biasa. "Kepala Dingan" mengandung arti wajahnya terpancar sikap yang tegas, sedangkan 'Kwan Im besi" menyiratkan sosok Bodhisatwa yang berhati keras, memang seperti itulah pembawaan Tuan Judge Bao.
Sikap manusia di dunia panas dingin tak menetu, mereka menyikapi sesama hanya berdasarkan seleranya. Di dalam realitas kehidupan masyarakat, sering kita saksikan adanya gontok-gontokan, tipu menipu, atau menjalankan praktek mesum di samping usaha yang dibidanginya, untuk meraup keuntungan yang lebih, seperti bisnis hotel, losmen, salon kecantikan, barbeque, panti pijat, restauran, rumah makan, dan lain-lainnya. Bidang-bidang usaha semacam itu banyak yang sudah diselewengkan, menggunakan kecantikan wanita untuk menggaet orang. Setiap hari siang maupun malam, Penguasa Neraka mengutus Petugas Ronda memantau terus menerus. Perbuatan amoral yang dicatat tiada habis-habisnya, sampai kewalahan rasanya, bahkan ada pula yang mati di tempat mesum. Roh-roh cabul semacam ini, kini semuanya ditahan di Neraka menerima siksa. Merusak moralitas masyarakat setempat termasuk dosa yang terberat. Oleh karena itu, janganlah menjalankan bisnis pencabulan, sebab dosanya akan sulit terlunasi bahkan sampai tiga kelahiran. Penguasa Astana kelima, sangat tegas dan tak pilih kasih, para roh dosa yang dikirim kemari, semuanya ketakutan, karena hukuman yang dijatuhkan adil dan tegas. Jika umat di dunia tak mau insyaf dan merubah diri, kelak bila sampai dikirim ke sini akan tahu sendiri rasanya, dan jangan menyalahkan penguasa tak ada belas kasihan. Neraka ini disebut pula "Neraka Besar Berjeritan", roh dosa yang masuk penjara ini, pasti menjerit-jerit kesakitan, apalagi "Sub Seksi Neraka Congkel Hati", khusus membedah hati manusia yang keji, jahat, berbisa, membenci, menggerutu, cabul, amoral, cemburu, berat sebelah, egois, nekad, munafik, curang, hati binatang, dan hati serong lainnya, hukumannya sadis, ini bukan karena penguasa tega, melainkan orangnya yang terlalu jahat, sehingga mengundang malapetaka pembedahan hati sendiri.
Tujuan dari pembuatan kitab ini adalah untuk mengingatkan manusia akan keadaan neraka, agar manusia bisa mempunyai gambaran tentang tragisnya keadaan arwah berdosa di alam neraka, dan akhirnya menjadi sadar.
Semoga artikel ini berguna untuk kita semua. Saya mohon maaf jika ada kesalahan dalam menyadur.
Babak ke 31
Melawat ke Astanan Kelima
Mendengar Penjelasan Yam Ong Tentang Pembedahan Hati
"Orang yang berhati jahat, keji dan busuk dihukum oleh setan
yang keji.
Segala intrik dan tipu muslihat apapun akhirnya sirna.
Raja Yam Ong berwajah besi terkesan menyeramkan,
sesudah meninggal baru tahu sewaktu di dunia salah jalan."
Di luar Astanan kedatangan arwah-arwah, masing-masing orang wajahnya sudah pucat, dan tampak sangat gelisah.
Di dunia sudah terdengar kabar, tentang keberadaan Astana Neraka yang kelima, bahwasanya Yam Ong adil, jujur dan tak bisa disuap, hukumannya keras, para roh dosa mendengar nama Yam Ong saja langsung ketakutan, maka bila sampai di sini setiap orang pasti takutnya setengah mati.
Umat di dunia telah megenal Yam Ong Astana kelima, dijabat oleh Judge Bao, ternyata memang luar biasa. "Kepala Dingan" mengandung arti wajahnya terpancar sikap yang tegas, sedangkan 'Kwan Im besi" menyiratkan sosok Bodhisatwa yang berhati keras, memang seperti itulah pembawaan Tuan Judge Bao.
Sikap manusia di dunia panas dingin tak menetu, mereka menyikapi sesama hanya berdasarkan seleranya. Di dalam realitas kehidupan masyarakat, sering kita saksikan adanya gontok-gontokan, tipu menipu, atau menjalankan praktek mesum di samping usaha yang dibidanginya, untuk meraup keuntungan yang lebih, seperti bisnis hotel, losmen, salon kecantikan, barbeque, panti pijat, restauran, rumah makan, dan lain-lainnya. Bidang-bidang usaha semacam itu banyak yang sudah diselewengkan, menggunakan kecantikan wanita untuk menggaet orang. Setiap hari siang maupun malam, Penguasa Neraka mengutus Petugas Ronda memantau terus menerus. Perbuatan amoral yang dicatat tiada habis-habisnya, sampai kewalahan rasanya, bahkan ada pula yang mati di tempat mesum. Roh-roh cabul semacam ini, kini semuanya ditahan di Neraka menerima siksa. Merusak moralitas masyarakat setempat termasuk dosa yang terberat. Oleh karena itu, janganlah menjalankan bisnis pencabulan, sebab dosanya akan sulit terlunasi bahkan sampai tiga kelahiran. Penguasa Astana kelima, sangat tegas dan tak pilih kasih, para roh dosa yang dikirim kemari, semuanya ketakutan, karena hukuman yang dijatuhkan adil dan tegas. Jika umat di dunia tak mau insyaf dan merubah diri, kelak bila sampai dikirim ke sini akan tahu sendiri rasanya, dan jangan menyalahkan penguasa tak ada belas kasihan. Neraka ini disebut pula "Neraka Besar Berjeritan", roh dosa yang masuk penjara ini, pasti menjerit-jerit kesakitan, apalagi "Sub Seksi Neraka Congkel Hati", khusus membedah hati manusia yang keji, jahat, berbisa, membenci, menggerutu, cabul, amoral, cemburu, berat sebelah, egois, nekad, munafik, curang, hati binatang, dan hati serong lainnya, hukumannya sadis, ini bukan karena penguasa tega, melainkan orangnya yang terlalu jahat, sehingga mengundang malapetaka pembedahan hati sendiri.
Meninjau "Panggung Menerawang Kampung Halaman" Bertemu Raja Shen Lo
Artikel ini sebenarnya saya sadur dari Buku Melawat Ke Alam Neraka, hasil terjemahan dari kitab “Ti Yi You Ci”. Dan saya persingkat, karena kitab ini sangat tebal. Saya hanya mengambil inti-intinya saja. Kitab ini dibuat atas titah Yang Maha Mulia Giok Hong Tai Tee (Kaisar Jade, Penguasa Tertinggi Centra Langit). Mungkin di antara para pembaca ada yang tidak percaya adanya hal ini. Tetapi saya hanya berharap Anda semua memikirkannya, agar kita tidak terperosok ke Alam Neraka, jika ternyata hal ini benar-benar ada. Saya hanya ingin membagi apa yang telah saya baca. Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada Team Penterjemah Ci Hua Thang, Yayasan Dharma Abadi Semarang. Kepada Para Buddha dan Bodhisatava, serta Para Dewa dan Roh Suci. Kitab ini berisi perjalanan Mediator Utama yang memegang Pena Sakral bernama Yang Sheng dengan dibimbing oleh Budha Hidup Ci Kung ke Alam Neraka. Tujuan dari pembuatan kitab ini adalah untuk mengingatkan manusia akan keadaan neraka, agar manusia bisa mempunyai gambaran tentang tragisnya keadaan arwah berdosa di alam neraka, dan akhirnya menjadi sadar. Semoga artikel ini berguna untuk kita semua. Saya mohon maaf jika ada kesalahan dalam menyadur.
Babak ke 30
Melawat ke Astana Kelima
Meninjau "Panggung Menerawang Kampung Halaman" Bertemu Raja Shen Lo
"Melawat ke Alam kuasa Neraka menelusuri bagian demi bagian,
sampailah kini pada gerbang pemeriksaan yang kelima,
Menyusun kitab menyadarkan orang yang keras kepala,
Mengayunkan tangkai pohon persik, si Iblis yang jahatpun takluk,
Bunyi talu Genta yang memberi peringatan kepada umat di dunia
kini menggema ke seluruh penjuru jagad raya."
Dewa dan Buddha adalah satu keluarga, sama halnya jika umat di dunia membeli dua unit sepeda motor yang merknya berbeda, masing-masing mengklaim mutunya kelas tinggi, tetapi pada umumnya orang tak tahu bahwasanya "Dasar Hati"nyalah yang bisa menetukan baik buruknya sesuatu. Hati manusia bak sebuah mesin, jika kondisi mesinnya baik ditambah "Dasar Hati"nya datar, berkendara di jalan raya (Tao yang Agung) dengan sendirinya akan lancar.
Di depan sana sekelompok orang berdesakan. Semuanya sedang menuju anak tangga. Para roh dosa pria dan wanita berjalan maju dengan dikawal petugas, tetapi ada juga yang tanpa dikawal, senyum mengembang di wajahnya, dengan cerianya menaiki anak tangga, tempat apakah itu?
Tempat itu adalah "Panggung Menerawang Kampung Halaman", untuk melihat keadaan anak cucunya yang masih berada di dunia. Setelah melihat, maka tak terelakan lagi rasa pilu di hatinya, dan tak hentinya menangis. Roh-roh yang tak menjalani hukuman dengan hati yang gembira juga naik ke atas Panggung Menerawang Kampung Halaman, ingin melihat bagaimana keadaan anak cucunya yang masih berada di Alam Dunia.
Arwah-arwah yang ke Astana kelima pasti akan terlebih dahulu melewati Panggung Menerawang Kampung Halaman, untuk menengok keadaan anak-cucunya yang masih berada di Alam Dunia, karena pada umumnya para arwah banyak yang terlalu terikat oleh ikatan batin, masih memikirkan anak cucunya yang ada di dunia, maka tak dibedakan apakah ada dosa atau tidak semuanya ingin kemari untuk melihatnya.
Hubungan yang wajar dan normal dengan sesama memang sulit untuk dihindarkan. Di depan terlihat petugas Neraka sedang mangawal seorang kakek, setelah ia menerawang pada panggung ini air matanya berduduran dengan deras, menangis dengan pilunya, tak tahu dikarenakan apa?
Si kakek ini semasa hidupnya ada berbuat dosa, sehingga dihukum di Neraka, kini masa hukumannya sudah habis, dan datang kemari untuk melihat keadaan anak cucunya, ternyata anak cucunya tak merasa sedih sedikitpun. Ada yang sedang menintin TV di ruang duduk, ada yang sedang bermain di halaman, sama sekali tak teringat akan leluhurnya. Dalam hatinya berpikir : semasa hidup bersusah payah banting tulang demi kepentingan mereka, sungguh tiada arti sama sekali, maka pilulah hatinya.
Jika semasa hidup tak baik-baik membina Jalan KeTuhanan, berharap anak cucu akan mengangkatnya, sungguh amatlah sukar, karena anak cucu ada yang sama sekali tak percaya tentang Hukum Karma, Dewa, Buddha dan para Suci, mana bisa punya pahala mengangkat arwahnya? Setibanya di Neraka ingin menyesal pun sudah terlambat, maka mumpung hayat masih dikandung badan, banyak-banyaklah beramal, dengan begitu akan lebih terjamin.
Daya kreatifitas langit dan bumi sungguh tak dapat dibayangkan. Di depan sana datang satu arwah lagi, tetapi ia tanpa pengawalan, malah dibimbing oleh Petugas Neraka, tampak wajahnya tersenyum, apakah sebabnya?
Orang ini semasa hidupnya berhati baik, juga membina Jalan KeTuhanan pada suatu Perguruan Suci, tetapi pahalanya tak begitu besar, meninggalnya belum begitu lama. Kini ia melihat anak cucunya sedang bersembahyang berlutut di hadapan meja abunya, ketaatan hati (bhaktinya) terhadap orang tua mengharukan dia, karena pandangannya terhadap kehidupan manusia bisa serba lepas, meski amal jasanya tak besar, tetapi dirinya sadar bahwasanya manusia takkan terhindar dari masalah hidup dan mati, maka ia tak punya rasa sedih, ia akan dimasukkan ke dalam "Kamp Penampungan Orang Baik" untuk melatih diri lagi. Di kemudian hari baru bisa menerima pahala keDewaannya.
Mengapa para arwah setibanya di "Panggung Menerawang Kampung Halaman", bisa segera melihat dan mengetahui keadaan di Alam Dunia?
Para arwah sudah tak mempunyai jasad lagi, karena sudah meninggal, sistem kehidupannya tentu berubah, maka dari alam Im bisa melihat alam Yang, apalagi roh alam Im bisa berubah-ubah dalam berbagai macam bentuk, sedangkan orang di alam dunia (alam Yang) tidak bisa.
Babak ke 30
Melawat ke Astana Kelima
Meninjau "Panggung Menerawang Kampung Halaman" Bertemu Raja Shen Lo
"Melawat ke Alam kuasa Neraka menelusuri bagian demi bagian,
sampailah kini pada gerbang pemeriksaan yang kelima,
Menyusun kitab menyadarkan orang yang keras kepala,
Mengayunkan tangkai pohon persik, si Iblis yang jahatpun takluk,
Bunyi talu Genta yang memberi peringatan kepada umat di dunia
kini menggema ke seluruh penjuru jagad raya."
Dewa dan Buddha adalah satu keluarga, sama halnya jika umat di dunia membeli dua unit sepeda motor yang merknya berbeda, masing-masing mengklaim mutunya kelas tinggi, tetapi pada umumnya orang tak tahu bahwasanya "Dasar Hati"nyalah yang bisa menetukan baik buruknya sesuatu. Hati manusia bak sebuah mesin, jika kondisi mesinnya baik ditambah "Dasar Hati"nya datar, berkendara di jalan raya (Tao yang Agung) dengan sendirinya akan lancar.
Di depan sana sekelompok orang berdesakan. Semuanya sedang menuju anak tangga. Para roh dosa pria dan wanita berjalan maju dengan dikawal petugas, tetapi ada juga yang tanpa dikawal, senyum mengembang di wajahnya, dengan cerianya menaiki anak tangga, tempat apakah itu?
Tempat itu adalah "Panggung Menerawang Kampung Halaman", untuk melihat keadaan anak cucunya yang masih berada di dunia. Setelah melihat, maka tak terelakan lagi rasa pilu di hatinya, dan tak hentinya menangis. Roh-roh yang tak menjalani hukuman dengan hati yang gembira juga naik ke atas Panggung Menerawang Kampung Halaman, ingin melihat bagaimana keadaan anak cucunya yang masih berada di Alam Dunia.
Arwah-arwah yang ke Astana kelima pasti akan terlebih dahulu melewati Panggung Menerawang Kampung Halaman, untuk menengok keadaan anak-cucunya yang masih berada di Alam Dunia, karena pada umumnya para arwah banyak yang terlalu terikat oleh ikatan batin, masih memikirkan anak cucunya yang ada di dunia, maka tak dibedakan apakah ada dosa atau tidak semuanya ingin kemari untuk melihatnya.
Hubungan yang wajar dan normal dengan sesama memang sulit untuk dihindarkan. Di depan terlihat petugas Neraka sedang mangawal seorang kakek, setelah ia menerawang pada panggung ini air matanya berduduran dengan deras, menangis dengan pilunya, tak tahu dikarenakan apa?
Si kakek ini semasa hidupnya ada berbuat dosa, sehingga dihukum di Neraka, kini masa hukumannya sudah habis, dan datang kemari untuk melihat keadaan anak cucunya, ternyata anak cucunya tak merasa sedih sedikitpun. Ada yang sedang menintin TV di ruang duduk, ada yang sedang bermain di halaman, sama sekali tak teringat akan leluhurnya. Dalam hatinya berpikir : semasa hidup bersusah payah banting tulang demi kepentingan mereka, sungguh tiada arti sama sekali, maka pilulah hatinya.
Jika semasa hidup tak baik-baik membina Jalan KeTuhanan, berharap anak cucu akan mengangkatnya, sungguh amatlah sukar, karena anak cucu ada yang sama sekali tak percaya tentang Hukum Karma, Dewa, Buddha dan para Suci, mana bisa punya pahala mengangkat arwahnya? Setibanya di Neraka ingin menyesal pun sudah terlambat, maka mumpung hayat masih dikandung badan, banyak-banyaklah beramal, dengan begitu akan lebih terjamin.
Daya kreatifitas langit dan bumi sungguh tak dapat dibayangkan. Di depan sana datang satu arwah lagi, tetapi ia tanpa pengawalan, malah dibimbing oleh Petugas Neraka, tampak wajahnya tersenyum, apakah sebabnya?
Orang ini semasa hidupnya berhati baik, juga membina Jalan KeTuhanan pada suatu Perguruan Suci, tetapi pahalanya tak begitu besar, meninggalnya belum begitu lama. Kini ia melihat anak cucunya sedang bersembahyang berlutut di hadapan meja abunya, ketaatan hati (bhaktinya) terhadap orang tua mengharukan dia, karena pandangannya terhadap kehidupan manusia bisa serba lepas, meski amal jasanya tak besar, tetapi dirinya sadar bahwasanya manusia takkan terhindar dari masalah hidup dan mati, maka ia tak punya rasa sedih, ia akan dimasukkan ke dalam "Kamp Penampungan Orang Baik" untuk melatih diri lagi. Di kemudian hari baru bisa menerima pahala keDewaannya.
Mengapa para arwah setibanya di "Panggung Menerawang Kampung Halaman", bisa segera melihat dan mengetahui keadaan di Alam Dunia?
Para arwah sudah tak mempunyai jasad lagi, karena sudah meninggal, sistem kehidupannya tentu berubah, maka dari alam Im bisa melihat alam Yang, apalagi roh alam Im bisa berubah-ubah dalam berbagai macam bentuk, sedangkan orang di alam dunia (alam Yang) tidak bisa.
Subscribe to:
Posts (Atom)